8000-an Massa 'Kepung' Kantor Gubenur, Tolak Rencana Relokasi Dampak Persoalan Lahan di TNTN
Rabu, 18 Juni 2025 - 13:22:37 WIB
 |
| Kolase: Suasana aksbi Ribuan massa di Kantor Gubernur menolak relokasi. |
SULUHRIAU, Pekanbaru- Sekitar 8000-an massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Kantor Gubernur Riau, Rabu (18/6/2025).
Ribuan massa itu meluber ke sekeliling kantor Gubernur, Jalanhm6b Jenderal Sudirman mulai dari Bundaran Kantor Gubernur tersebut tertutup total oleh massoa. Termasuk Jalan Cut Nyakdiean di depan Pustakan Wilayah dan sampaing Menara Bank Riau Kepri (BKR) Syariah.
Ratusan bahkan ribuan truk, pick up dan kendaraan lain yang membawa massa dari Pelalawan ke Pekanbaru berjubel, bertabur parkir di sekeling jalan-jalan sekitar kantor pemerintah tersebut.
Mereka menyampaikan aspirasi terkait persoalan relokasi kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang akan dilakukan oleh pemerintah.
Koordinator umum aksi, Wandri Saputra Simbolon berorasi di atas mobil komando menyuarakan penolakan relokasi TNTN yang selama ini mereka mengklaim kebun mereka yang sudah lama di sekitar itu.
Dalam orasinya itu, pihaknya meminta pemerintah provinsi dan daerah dapat menjadi garda terdepan dalam menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi pihaknya di Provinsi Riau.
“Kami mohon kepada Bapak Gubernur, Bapak Kapolda, Bapak Bupati, dan Bapak Kapolres untuk memfasilitasi pertemuan kami dengan pimpinan pusat, baik dengan Bapak Presiden maupun dengan Komisi terkait di DPR RI,” katanya.
Relokasi TNTN mendapat perlawanan dari masyarakat yang terlanjur melakukan usaha perkebunan di kawasan hutan TNTN tersebut.
Salah seorang peserta aksi yang enggan menyebut namanya di sela-sela aksi mengatakan, lahan yang ia kuasai berupa kebun sawit itu, dibeli kepada seseorang yang ia sebut ninik mamak.
"Lahan itu tak luas, orangtua saya yang membeli lahan itu kepada ninik memak, bukan dikuasai," katanya.
Ia meminta agar dalam waktu 7 x 24 jam ke depan, diberikan kesempatan untuk berdialog langsung di Istana Negara. "Apabila permintaan ini tidak dipenuhi, maka kami akan menduduki kantor Gubernur hingga tuntutan kami direspons secara serius," ungkapnya.
Bupati Pelawawan Zukri Temui Massa
Sementara itu, Bupati Pelalawan Zukri Misran menemui ribuan massa aksi. Awalnya massa mengancam akan mendobrak pintu gerbang Kantor Gubernur Riau membuahkan hasil.
Kehadiran pimpinan Pelalawan itu disambut hangat oleh massa. Massa meminta agar Bupati Pelalawan naik di mobil komando untuk mencarikan solusi terkait persoalan yang dihadapi masyarakatnya.
"Bapak dan ibu saya berharap dapat tenang agar aspirasi dapat kita sampaikan ke pemerintah," ucap Bupati Pelalawan Zukri Misran.
Zukri mengatakan, ia sangat memahami apa yang dirasakan masyarakat di kawasan TNTN yang ingin direlokasi oleh pemerintah.
"Saya sebagai Bupati Pelalawan sangat memahami kondisi kebatinan bapak ibu semua, dan harus mencari jalan keluar. Karena saya juga ingin ada solusi," ujarnya.
Karena itu, Zukri meminta koordinator aksi mencari lima perwakilan massa untuk melakukan audensi dengan Gubernur Riau Abdul Wahid.
"Setelah aspirasi diterima Pak Gubernur, nanti saya akan kembali bersama Pak Gubernur. Bapak ibu tetap semangat dan jaga kesehatan. Saya sebagai pemimpin pasti akan berusaha untuk bagaimana agar rakyat kecil diperhatikan pemerintah," tutupnya.
Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Riau.
Bahkan di depap kantor Gubernur Riau juga dipasang kawat berduri untuk menghindari masyarakat menerobos gerbang. (sr5)
Komentar Anda :