Dibombardir Iran, Israel Panik Kekurangan Pencegat Rudal Balistik
Selasa, 17 Juni 2025 - 15:37:41 WIB
 |
| Sumber : X @anftlovely |
SULUHRIAU- Israel diklaim panik mulai kekurangan rudal-rudal pencegat rudal balistik jarak jauh usai digempur habis-habisan oleh rudal-rudal Iran.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang tak bersedia disebut identitasnya mengungkapkan kepada Middle East Eye (MEE) bahwa Israel terlalu boros menggunakan rudal-rudal pencegat rudal balistik selama empat hari dibombardir Iran.
Analis Nilai Israel Kena Batunya karena Remehkan Kekuatan Iran
Pejabat itu yang mengetahui soal pasokan rudal pencegat dari AS ke Iran mengatakan saat ini Washington mulai kesulitan buat memasok rudal-rudal tersebut.
Israel pun disebut kini mengandalkan AS untuk ikut terlibat langsung dalam perang melawan Iran.
Meski demikian, terdapat kekhawatiran di antara pejabat AS bahwa serangan langsung Pentagon ke Iran akan memicu balasan yang jauh lebih mengerikan terhadap Israel.
Pejabat AS itu kemudian menyampaikan bahwa kemungkinan serangan-serangan Teheran itu pun ditakutkan semakin menguras persediaan rudal-rudal pencegat Israel dari AS ke level yang "mengerikan."
Israel amat mengandalkan sistem pertahanan udara tiga lapis dan Iran disebut berhasil merepotkan pertahanan paling canggih di dunia tersebut. Gempuran Iran ke Israel sejauh ini menewaskan 20 orang.
Israel Bunuh Komandan IRGC Iran yang Baru
Sementara itu, militer Israel mengeklaim berhasil membunuh komandan markas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Khatam Al Anbiya, Ali Shadmani, dalam serangan Udara terbaru ke Teheran, Selasa (17/6/2025).
Shadmani baru sekitar lima hari menjabat sebagai komandan markas Khatam Al Anbiya Iran setelah menggantikan Gholamali Rashid.
Jika terkonfirmasi, Ali Shadmani menjadi petinggi militer ternama Iran terbaru yang terbunuh dalam peperangan dengan Israel sejak 13 Juni lalu.
Melalui pernyataan, militer Israel menggambarkan Shadmani sebagai "komandan militer paling senior" sekaligus "orang terdekat" Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Dikutip Al Jazeera melansir CNNIndonesia, Shadmani baru saja menjabat sebagai komandan markas Khatam Al Anbiya setelah pendahulunya, Gholamali Rashid, juga lebih dulu tewas dalam serangan Israel.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi dari Iran terkait klaim Israel soal kematian Shadmani.
Israel dan Iran masih terus saling melancarkan serangan udara sejak Tel Aviv lebih dulu menggempur Teheran pada 13 Juni lalu.
Jumlah korban tewas di Iran imbas serangan Israel telah mencapai lebih dari 220 orang, termasuk 70 perempuan dan anak-anak.
Selain itu, sebelum Shadmani, sudah ada lima petinggi militer hingga ahli nuklir Iran yang tewas imbas serangan Israel. (src)
Editor: Khairul
Komentar Anda :