Iran Kembali Luncurkan Rudal, Gedung-gedung Israel Luluh Lantak
Minggu, 15 Juni 2025 - 09:48:32 WIB
 |
| Gedung di Israel Luluh Lantak diserang Rudal Iran (Reuters) |
SULUHRIAU- Sejumlah bangunan di Israel Tengah, hancur setelah dihantam serangan balik Iran dalam perang yang terjadi selama beberapa hari terakhir antar kedua negara.
Diberitakan CNN pada Minggu (15/6/2025) waktu Indonesia, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel melaporkan beberapa gedung di kawasan Israel Tengah kini rusak.
Salah satunya adalah sebuah bangunan delapan lantai luluh lantak setelah terkena serangan terbaru Iran. Bangunan lainnya yang rusak adalah pemukiman warga di kawasan Gush Dan.
Sementara itu, sejumlah bangunan lainnya di kawasan tersebut juga terkena sasaran serangan Iran dan langsung hancur serta terbakar.
Sejumlah foto dan video yang diunggah pejabat layanan darurat Israel, Magen David Adom, di media sosial pada Minggu (15/6/2025) menggambarkan situasi bangunan yang hancur separuh dan para petugas yang berusaha mengevakuasi korban.
Dalam unggahan tersebut, Adom mengatakan seorang perempuan berusia 60 tahun meninggal dunia dan 20 orang lainnya terluka di kawasan Gush Dan. Sementara di kawasan Shfela, 24 orang terluka.
Sementara itu, The Times of Israel seperti dilaporkan Al Jazeera pada Minggu (15/6/2025) mengatakan, jumlah korban tewas akibat serangan rudal Iran di Israel meningkat menjadi lima orang.
Serangan tersebut menghantam kota Tamra dekat Haifa. Kota ini disebut sebagian besar warganya adalah warga Palestina. Seluruh korban tewas masih dalam satu jaringan keluarga.
Minggu (15/6/2025) pagi waktu setempat, saat pemyerangan oleh Iran, serine meraung-raung di penjuru di Israel. Warga Israel diminta tetap berada di dekat tempat berlindung alias shelter.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menginstruksikan warga tidak bepergian. IDF juga menyatakan sistem pertahanan Israel tengah beroperasi untuk menghalau serangan rudal Iran.
"Sistem pertahanan negara sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," ungkap IDF, seperti diberitakan CNN.
Dikutip dari Al Jazeera, rudal Iran yang menghantam kawasan utara Israel telah menewaskan tiga orang. Beberapa korban lainnya juga dikhawatirkan masih terjebak di reruntuhan akibat serangan tersebut.
Iran juga mengancam siap memperpanjang dan meningkatkan eskalasi serangannya terhadap Israel bila negara Zionis itu tetap melanjutkan peperangan yang sudah terjadi selama beberapa hari terakhir.
Hal itu diungkap oleh kantor humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/9/2025) waktu Indonesia setelah gelombang serangan baru antar kedua negara.
IRGC menambahkan serangan Iran terhadap Israel akan menargetkan "fasilitas produksi bahan bakar untuk jet tempur dan pusat pasokan energi" dan operasi tersebut akan melibatkan sejumlah besar pesawat nirawak dan rudal.
CNN menyebut belum bisa memverifikasi klaim IRGC tersebut secara independen. Namun hal senada juga diungkapkan seorang sumber kepada Al Jazeera.
Sementara itu, pada Minggu (15/6/205), Israel menyerang markas besar Kementerian Pertahanan Iran di Teheran, menurut laporan media setempat seperti diberitakan CNN. Serangan itu menyebabkan kerusakan kecil pada salah satu gedung.
Perang Iran dan Israel pecah setelah kedua negara saling meluncurkan serangan sejak Jumat (13/6/2025). Situasi itu dipicu serangan Israel yang menargetkan fasilitas militer, pejabat militer, fasilitas nuklir, dan ilmuwan nuklir Iran.
Iran kemudian menyatakan serangan Israel tersebut merupakan bentuk deklarasi perang. Negara Timur Tengah itu lantas melancarkan serangan balasan secara bertubi-tubi terhadap objek vital Israel. (***)
Editor: Khairul
Komentar Anda :