Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Ekbis
Sempat Menyintuh Level Rp16.950 Per Dollar AS, Ini Prediksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
Selasa, 08 April 2025 - 08:35:01 WIB

SULUHRIAU- Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak melemah menyentuh level Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), usai libur Lebaran Idulfitri 1446 H.

Ambrolnya rupiah ini disebabkan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global, utamanya kebijakan tarif impor  Donald Trump.

Sebagai infromasi, mata uang rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) sempat tembus Rp16.950
per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025.

Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS.

Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB.

Pada perdagangan kemarin (7/8/2925), nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.

Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Senin (7/4/2025) memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global.

Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka hari ini Selasa (8/4/2025).

"Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025).

Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.

Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.

Sebelumnya, Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, ambrolnya rupiah di pasar NDF terjadi karena banyak data fundamental memengaruhi pelemahan. Rilis data tenaga kerja AS, misalnya, yang tampil lebih baik dari ekspektasi pasar.

Kemudian, The Fed memberikan testimoni pada Jumat (4/4/2025) bahwa terlalu dini untuk menurunkan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang bermasalah serta inflasi.

Penurunan suku bunga acuan juga akan menunggu dampak dari perang dagang. Kemungkinan penurunan suku bunga acuan The Fed tiga kali sebanyak 75 basis poin pada tahun ini pun semakin sirna.

Indeks dolar pun kemudian menguat signifikan. Pelemahan rupiah juga tersengat kebijakan tarif impor AS yang sudah diresmikan oleh Presiden Donald Trump.

"Kondisi perang dagang saat ini yang terkena dampak bukan saja China, Eropa, Kanada, dan Meksiko, tapi hampir semua negara," ujar Ibrahim pada Sabtu (5/4/2025).

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS telah resmi diumumkan oleh Trump pada Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS.

Kemudian, pelemahan rupiah juga terkait dengan geopolitik Timur Tengah dan Eropa yang kembali memanas.

Ibrahim memperkirakan pada pembukaan perdagangan kembali pekan depan setelah libur Lebaran, Bank Indonesia akan langsung menjalankan intervensi di pasar valuta asing.

"Namun, kemungkinan intervensi tidak terlalu berpengaruh signifikan. Di pembukaan pasar pekan depan, rupiah bisa tembus Rp17.050 per dolar AS," pungkas Ibrahim dikutip dsri Bisnis.com. (*)


 


Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat