Spesialis Bongkar Rumah Kosong Sudah Beraksi 29 Kali Dibekuk Polisi, Ini Modusnya
Minggu, 06 April 2025 - 16:49:56 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru - Pelaku pencurian spesialis rumah kosong, Hengki Nandani (34) yang sudah melancarkan aksinya 29 kali dibekuk Tim Subdit IIA IJatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.
"Pelaku ini spesialis bongkar rumah, khususnya rumah kosong yang ditinggal saat mudik lebaran ditangkap. Aksinya sudah ada 29 lokasi," ujar Kabid Himas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, Minggu, (6/4/2025).
Pelaku beraksi di wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Aksinya di Pekanbaru seperti di Rumbai dan Tampan. Sedangkan Kabupaten Kampar, di Siak Hulu dan Garuda Sakti.
Dari aksi itu, pelaku berhasil membawa kabur barang berharga seperti sepeda motor, emas, laptop, handphone hingga kamera.
Menurut Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan, aksi pelaku itu terungkap berdasarkan laporan seorang warga Kecamatan Siak Hulu pada 2 April 2025 lalu. Tindakan pelaku juga terekam CCTV.
Polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan menyelidiki pelaku. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkapnya di Jalan Cempaka, Sukajadi persis di depan Bank BRI Unit Pasar Kodim, Pekanbaru.
Pelaku diketahui memilih rumah-rumah yang menjadi sasaran pencurian secara acak. Sebelum beraksi, Hengki terlebih dahulu memantau rumah-rumah tersebut.
Ia biasanya melancarkan aksinya pada siang hari antara pukul 13.00 Wib hingga 16.00 Wib. Salah satu cara pelaku memastikan rumah kosong adalah dengan memperhatikan lampu teras.
Jika lampu teras rumah itu nyala disiang hari, pelaku menduga pemilik rumah tidak di rumah.
Dijelaskan Asep, pelaku beraksi dengan modus berpura-pura mengantarkan paket. Setelah mengetahui rumah kosong, pelaku membobolnya.
"Modusnya, pelaku awalnya memanggil si pemilik rumah 'Assalamualaikum, bang ada paket'. Namun kalau tak ada jawaban dari dalam rumah pelaku mulai membobol pintu," jelas Asep.
Namun jika di rumah tersebut ada penghuni, maka pelaku akan berpura-pura menanyakan nama pemilik paket dan kebenaran alamat yang dituju, lalu pergi tanpa meninggalkan kecurigaan.
"Jadi ada pemilik rumah, dia bilang 'Maaf pak apakah tahu alamat rumah ini', alasan mau antar paket. Kalau tidak ada barulah dia dibobol," ungkap Asep. (src)
Komentar Anda :