Pidato Perdana Gubri Abdul Wahid di Paripurna DPRD Riau, Singgung Defisit APBD Capai Rp2,2 T
Senin, 03 Maret 2025 - 23:08:56 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Gubernur Abdul Wahid, menyampaikan pidato perdananya di paripurna DPRD Riau, Senin (3/3/2025).
Selain Gubri-Wagubro Abdul Wahid-SF Hariyanto hadir juga Walikota Pekanbaru Agung Nugroho di rapat paripurna.
Rapat paripurna tersebut beragendakan pidato perdana Gubernur Riau periode 2025–2030, serta penyampaian pengumuman masa reses masa persidangan II (Januari–April) 2025.
Dalam pidatonya, Abdul Wahid melihat masih ada wajah-wajah lama dan juga yang baru di legislatif. Dia juga mengenang 10 tahun duduk sebagai anggota DPRD Riau.
Wahid menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Riau atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin pembangunan lima tahun ke depan.
"Saya 10 tahun di DPRD Riau, lembaga ini salah satu tempat saya menempa pengalaman di pemerintahan. Sekarang saya jadi gubernur mengelola pemerintahan. Kalau dulu mengkritik, sekarang dikritik," katanya.
Ia menyadari bahwa tugas ini tidak mudah, mengingat harapan besar masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.
Menurutnya, tantangan ini hanya bisa diatasi dengan kerja sama, terutama bersama DPRD Riau.
Wahid juga mengapresiasi para pemimpin sebelumnya yang telah berkontribusi dalam membangun Riau.
Dalam periode kepemimpinannya 2025–2030, ia menegaskan bahwa ini merupakan fase awal dari RPJMD Riau, yang akan menjadi dasar bagi pembangunan jangka panjang.
Transformasi yang dilakukan harus berkelanjutan agar selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pembangunan Riau harus sejalan dengan visi dan misi Presiden.
Riau sendiri telah menetapkan Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang RPJMD, yang akan menjadi pedoman dalam perencanaan pembangunan dan diselaraskan dengan RPJMN," kata Wahid.
Dalam kesempatan tersebut, Wahid memaparkan berbagai persoalan yang masih dihadapi Riau, di antaranya belum optimalnya transformasi pembangunan, kondisi jalan yang rusak, serta tata kelola pemerintahan yang masih perlu perbaikan, termasuk peningkatan disiplin pegawai.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan budaya Melayu sebagai identitas daerah. Visi misinya adalah menjadikan Riau sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menekan angka putus sekolah di Riau, termasuk dengan menyediakan seragam gratis bagi siswa SMA.
Selain itu, Wahid berencana membentuk Forum Riau Investment untuk menarik investasi dengan memangkas birokrasi.
Persoalan infrastruktur seperti jalan rusak, banjir, dan sampah juga menjadi prioritas, yang menurutnya memerlukan perhatian khusus dalam penganggaran.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Wahid telah memimpin rapat APBD dan menemukan bahwa anggaran Riau mengalami defisit Rp2,2 triliun.
"Saya sudah pimpin rapat perdana dengan TAPD. Ternyata APBD kita defisit Rp2,2 triliun, semoga bisa selesai, cari solusi. Beban berat ini, semoga membuat kami semakin semangat, semoga bisa diselesaikan asalkan DPRD Riau bersama kami," ungkapnya.
Ia berharap dapat mencari solusi agar anggaran ini bisa digunakan secara efektif. Untuk meningkatkan transparansi, ia akan membuka kanal pengaduan terkait tata kelola pemerintahan.
Menutup pidatonya, Wahid mengatakan walaupun tantangan yang dihadapinya sangat berat, tetapi ia optimistis dapat mengatasinya dengan semangat dan dukungan dari DPRD serta masyarakat Riau.
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, dalam menyampaikan terima kasih kepada Abdul Wahid dan SF Hariyanto, serta akan terus membangun sinergi untuk pembangunan Riau. (src)
Komentar Anda :