Perampokan di Dusun Lintang Kampar Tewaskan Wanita, Uang Rp40 Juta dan Perhiasan Raib
Minggu, 23 Februari 2025 - 23:22:08 WIB
 |
| Warga berkerurmun melihat TKP Perampokan |
SULUHRIAU, Tambang- Perampokan berujung pada pembunuhan korban terjadi di Dusun Kampung Lintang, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau Minggu, (23/2/2025).
Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, di mana korban bernama Lisma Donna Riasta (43), ditemukan tewas dengan luka di kepala di dapur rumahnya.
Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja mengatakan, aksi perampokan pertama kali diketahui oleh saksi bernama Ida Sri Hartati yang menerima telepon dari Asri.
“Saat itu saksi meminta untuk memeriksa keadaan korban karena panggilan teleponnya tidak dijawab,” kata Ronald saat kepadamMinggu malam.
Kemudian Ida bersama Rani (17), anak, dan Derti segera menuju rumah Lisna.
Setelah memanggil dan menelepon tanpa respons, Rani menemukan pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka.
“Mereka masuk melalui pintu tersebut dan menemukan korban tergeletak di dapur dengan luka di kepala dan dua tabung gas LPG 3 kg di sekitarnya,” lanjut Ronald.
Lisma segera dilarikan ke Aulia Hospital, namun nyawanya tidak tertolong.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Di dalam rumah korban didapati sebuah tas hitam milik korban yang berisi uang tunai sekitar Rp 40 juta serta dua cincin emas hilang,” beber Ronald.
Selain itu, terdapat bekas congkelan pada pintu rumah, mengindikasikan adanya upaya paksa dari perampok untuk masuk.
Melihat kondisi itu, personel Polres Kampar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
“Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis ini,” tutur Ronald.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Di dalam rumah korban didapati sebuah tas hitam milik korban yang berisi uang tunai sekitar Rp40 juta serta dua cincin emas hilang,” beber Ronald.
Selain itu, terdapat bekas congkelan pada pintu rumah, mengindikasikan adanya upaya paksa dari perampok untuk masuk.
Melihat kondisi itu, personel Polres Kampar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
“Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis ini,” tutur Ronald. (jpnn)
Komentar Anda :