Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Natuna
Indonesia Bertekad Ganti Pakai Drone ANKA Turki
Sekarang Natuna Dijaga Caihong CH-4 China Pakai Amunisi Berpemandu Presisi AR-2
Jumat, 31 Januari 2025 - 14:33:41 WIB
Foto kolase: Caihong CH-4 China Pakai Amunisi Berpemandu Presisi AR-2 (atas), RI Bakal PakainDrone ANKA Turki (bawah)

SULUHRIAU- Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengaku pihaknya akan mengerahkan pesawat nirawak atau drone Anka untuk mengawasi kawasan Natuna Utara yang berdekatan dengan kawasan Laut China Selatan.

"Angkatan Udara dalam waktu dekat akan mendapatkan PTTA, pesawat terbang tanpa awak Anka buatan Turki.

Kita akan tempatkan di Natuna, untuk mengawasi Laut Natuna Utara," kata KASAU seperti dikutip dari Antara terbit 30 Desember 2024.

Drone Anka akan dikerahkan ke wilayah tersebut lantaran saat ini situasi di kawasan Laut China Selatan tengah memanas disebabkan oleh konflik perbatasan antarbeberapa negara Asean.

Tonny menjelaskan, drone dari Turki itu merupakan barang baru yang dibeli Kementerian Pertahanan dan akan datang dalam waktu dekat.

Tonny melanjutkan, kehadiran drone buatan Turki itu akan menggantikan posisi drone CH4 buatan China yang saat ini masih dipakai menjaga kawasan yang berbatasan dengan Laut China Selatan tersebut.

Walau digantikan, Tonny memastikan kualitas drone buatan Turki tidak akan jauh berbeda dengan drone yang telah digunakan TNI AU.

Tidak hanya menyediakan drone, TNI AU juga akan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih untuk mengawaki drone tersebut.

"Sekarang sudah ada, Skuadron Pendidikan 103 yang berada di Tasikmalaya.

Nanti pesawat (drone) yang ada di Pontianak akan kita pindahkan ke Tasikmalaya menjadi pesawat latih," jelas dia.

Dengan adanya drone baru dan awak dengan kemampuan teknis tinggi, Tonny yakin pihaknya akan semakin maksimal dalam mengawasi wilayah perbatasan Indonesia dengan Laut China Selatan.

Indonesia sendiri sudah sejak 2015 mengoperasikan UAV untuk menjaga NKRI.

Bahkan, Indonesia berencana menambah skuadron drone TNI AU.

Hal ini seperti dikutip dari Antara terbit 29 Februari 2024 kala mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI R. Agung Sasongkojati mengatakan TNI AU bakal menambah dua skuadron pesawat nirawak (drone) di Tarakan, Kalimantan Utara dan Malang, Jawa Timur, sehingga Indonesia akan memiliki total empat skuadron drone.

“Kita akan menambah dua skuadron lagi. Saat ini kita sudah punya skuadron drone, yaitu Skuadron 51 di Pontianak dan Skuadron 52 di Natuna.
Kita akan tambah lagi dengan dua skuadron, yaitu 53 di Tarakan dan 54 di Abdurachman Saleh di Malang,” ucap Agung.

Dilansir Suluhriau.com dari Zonajakarta.com mengutip Savunmatr edisi 7 Januari 2025, jauh sebelum berencana menempatkan drone ANKA Turki, Natuna dijaga oleh UAV China CH-4.

"Indonesia membeli enam UAV CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) pada tahun 2019.

Platform yang memiliki jangkauan operasional 1.500-2.000 km ini dapat dikendalikan melalui sistem komunikasi satelit (SatCom).

CH-4B dikerahkan ke Skuadron Udara 52 di Natuna, dilengkapi dengan amunisi berpemandu presisi AR-2 buatan China.

Namun kabarnya dengan kedatangan sistem Anka-S, CH-4 akan ditarik ke wilayah Pontianak," jelas media Turki itu.

Media Turki lainnya, GDH Defence edisi 7 Januari 2025 menyebut drone CH-4 China sebenarnya sudah ditingkatkan kemampuannya namun Indonesia bertekad menggantinya dengan ANKA.

"Indonesia membeli enam CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) pada tahun 2019. Radius operasionalnya bervariasi antara 1.500 km dan 2.000 km dan dapat dikontrol melalui SatCom.

Indonesia kemudian mempersenjatai UACS dengan amunisi berpemandu presisi udara-ke-permukaan AR-2 buatan Tiongkok dengan jangkauan 1,5-8 km.

Indonesia telah mengerahkan UAV CH-4B miliknya ke Skuadron Udara 52 di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad di Natuna.

Marsekal Udara Harjono baru-baru ini bertemu dengan media lokal untuk mengevaluasi tahun 2024 dan membahas rencana tersebut dan mengatakan, 'Dengan kedatangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) buatan Turki, maka akan ditempatkan di Natuna untuk menggantikan CH-4 dan CH-4 Rencananya mundur ke Pontianak,' ujarnya," jelas GDH Defence.

Melansir Zonajakarta.com mengutip Odin.tradoc.army.mil, Caihong-4 alias CH-4, adalah kendaraan udara nirawak (UAV) buatan Tiongkok dengan daya tahan lama yang memiliki daya tahan baterai selama 40 jam.

Secara eksternal, pesawat ini mirip dengan kendaraan udara Pterosaurus dengan ekor berbentuk V, rentang sayap yang panjang, dan baling-baling ekor tetapi dengan hidung yang didesain ulang.

Secara eksternal, CH-4 tampak hampir identik dengan General Atomics MQ-9 Reaper.

Satu-satunya perbedaan visual yang mencolok antara dua UAV tersebut adalah sirip perut di bawah ekor berbentuk V pada MQ-9 tidak ada pada CH-4.

Caihong-4 memiliki dua versi, CH-4A dan CH-4B.


CH-4A adalah pesawat tanpa awak pengintai (mampu menempuh jarak 3500–5000 km dan daya tahan 30 hingga 40 jam).

Sementara CH-4B adalah sistem gabungan antara serangan dan pengintaian dengan bekal untuk 6 senjata dan muatan hingga 250 hingga 345 kg. (Ant, jkz)

Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat