Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Natuna
Cega Kenakalan Remaja, Kaspol PP Natuna Tekankan Pentingnya Peran Keluarga
Juma, 27 September 2024 - 07:05:30 WIB
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Irlizar

SULUHRIAU, Natuna- Kenakalan remaja semakin menjadi perhatian serius diberbagai wilayah di Indonesia tak terkecuali di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Sejumlah kasus seperti tawuran, balap liar,, hingga perilaku vandalisme terus meningkat. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, pendidik dan orangtua.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol -PP) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Irlizar kepada media ini saat ditemui di ruang dinasnya, Rabu, (25/9/2024) menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kenakalan terhadap kaum remaja, diantaranya, kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan, paparan media sosial dan krisis identitas dan emosi.

"Banyak remaja yang merasa kurang perhatian dan pengawasan dari orang tua. Kebutuhan akan dukungan emosional dan bimbingan sering kali tidak terpenuhi, sehingga remaja mencari pelarian melalui perilaku negatif," jelasnya.


 


Mungkin gambar 7 orang dan jalan

Irlizar menerangkan, faktor lingkungan yang buruk juga berpengaruh terhadap perubahan perilaku anak-anak.

Menurutnya lingkungan pergaulan yang buruk, seperti teman sebaya yang memiliki perilaku menyimpang, dapat mempengaruhi remaja untuk terlibat dalam tindakan-tindakan negatif. Lingkungan sekolah yang kurang kondusif juga berperan dalam meningkatkan risiko kenakalan remaja.

"Selain itu, media sosial dan internet sering kali menjadi alat bagi remaja untuk meniru tindakan-tindakan yang tidak sesuai. Akses bebas terhadap konten kekerasan, pornografi dan pergaulan bebas tanpa filter bisa menjadi pemicu kenakalan terhadap remaja," terangnya.

Dari prilaku di atas, tambah Irlizar banyak remaja yang terlibat dalam kenakalan berisiko mengalami penurunan prestasi akademik, bahkan putus sekolah. Ini tentu berdampak pada masa depan mereka, terutama dalam hal kesempatan kerja dan pengembangan karir.

Tak hanyak berpengaruh terhadap penurunan akademik, anak-anak yang terlibat dalam kenakalan seperti tawuran atau pencurian, dapat menyebabkan remaja harus berhadapan dengan hukum. Ini berdampak pada catatan kriminal yang akan menyulitkan mereka di masa depan.

Selain dampak sosial, kenakalan juga mempengaruhi perkembangan psikologis remaja. Mereka bisa kehilangan rasa percaya diri, menumbuhkan rasa bersalah yang mendalam, hingga mengalami gangguan mental akibat tindakan negatif yang mereka lakukan.

"Remaja yang pernah terlibat dalam kenakalan sering kali dicap negatif oleh lingkungan sekitarnya. Stigma sosial ini dapat menghambat proses integrasi kembali ke masyarakat, sehingga remaja tersebut semakin sulit untuk memperbaiki diri," terangnya.

Untuk menekan dan mencegah kenakalan remaja, Irlizar menyebutkan harus ada upaya yang serius dari berbagai pihak, seperti peningkatan peran keluarga, penguatan pendidikan karakter di sekolah, pembatasan akses terhadap konten negatif di media sosial, serta pemberdayaan remaja melalui kegiatan positif.


Mungkin gambar 2 orang, sepeda Motor, skuter dan jalan


"Orangtua perlu lebih aktif dalam memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja sangat penting untuk mendengarkan dan memahami masalah yang dihadapi remaja," sebutnya.

Selain itu, sekolah perlu lebih aktif dalam memberikan pendidikan karakter dan moral kepada para siswa. Program-program yang mendidik tentang empati, disiplin dan tanggung jawab dapat membantu remaja lebih mengenal nilai-nilai positif.

"Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni dan keterampilan teknis bisa menjadi solusi untuk menyalurkan energi remaja ke hal-hal yang lebih produktif dan membangun.

Dengan kerjasama dari berbagai pihak, diharapkan kenakalan remaja dapat ditekan, sehingga generasi muda Natuna dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter baik dan memiliki masa depan cerah," harapnya. (Adv, zul)




 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat