Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Natuna
Pemkab Natuna Sukses Tekan Angka Stunting 13,35 Persen hingga Tahun 2024
Rabu, 25 September 2024 - 15:55:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah

SULUHRIAU, Natuna- Kabupaten Natuna terus berupaya menekan perkembangan stunting pada balita. Saat ini, berdasarkan data terbaru angka stunting terus menurun hingga mencapai 12,35% di Kabupaten Natuna.

Menurut data pencapaian stunting yang di terima media,  pada tahun 2022, angka stunting di Natuna berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tercatat sebesar 18%.

Sedangkan pada tahun 2023, angka stunting yang tercatat dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menurun menjadi 16,1%.

Penurunan lebih lanjut terlihat pada data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) 2023 yang menunjukkan angka 12,66%. Bahkan, hingga Februari 2024, angka stunting terus menurun hingga mencapai 12,35%.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (25/9/2024).


Mungkin gambar 5 orang, anak dan orang belajar


Sentara untuk Keluarga Berisiko Stunting di kabupaten Natuna pemerintah terus berupaya hingga terlihat dari penurunan jumlah keluarga berisiko stunting. Pada tahun 2022, terdapat 5.220 keluarga yang masuk dalam kategori berisiko, sementara target yang ditetapkan untuk tahun 2023 mencapai 13.592 keluarga. Hingga akhir semester pertama tahun 2023, jumlah keluarga berisiko stunting berhasil ditekan hingga mencapai 4.835 keluarga.

Status Gizi Anak Natuna


Sementara, dari total 5.237 balita di Natuna, sebanyak 4.202 balita telah ditimbang dan diukur status gizinya. Sebanyak 11 balita tercatat mengalami gizi buruk, dengan jumlah anak underweight (berat badan kurang) sebanyak 490 anak.

Selain itu, terdapat 558 balita dengan kondisi overweight (berat badan berlebih), 3.470 balita dengan status gizi normal, serta 170 anak yang mengalami wasting (berat badan rendah dibanding tinggi badan). Sedangkan jumlah anak yang teridentifikasi stunting mencapai 519 anak.

Untuk itu pemerintah juga telah Fokus pada Percepatan Penurunan Stunting
Dalam menyoroti pentingnya penanganan stunting terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, periode krusial yang menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif.

Anak yang mengalami stunting berisiko lebih besar terhadap berbagai masalah kesehatan dan keterlambatan perkembangan yang dapat berdampak pada produktivitas di masa depan.

Melalui berbagai intervensi gizi, pendidikan kesehatan, serta dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Natuna berharap dapat terus menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayah tersebut.

Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan, target penurunan stunting yang lebih rendah di tahun-tahun mendatang optimis bisa dicapai.
Petugas kesehatan dari Puskesmas memberikan edukasi gizi kepada orangtua balita.

 Hikmat Aliansayah juga memaparkan terkait program Intervensi Stunting ini pihaknya melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya memberikan gizi dan makanan tambahan kepada anak-anak yang dianggap stunting dan pengukuran haemoglobin kepada anak remaja putri karena banyak diantara mereka yang teridentifikasi anemia akibat kurang makan saat mereka rutin menstruasi.


Mungkin gambar 2 orang
“Tapi anak-anak remaja puteri kita ini banyak juga yang tidak rajin mengkonsumsi obat yang kita berikan. Begitu kita cek obatnya masih tersimpan di rumah. Ini kami harap orang tua juga proaktif mengawasi anaknya,” kata Hikma.

Selain itu Hikmat juga mengaku pihaknya telah memberikan anjuran kepada ibu hamil agar melahirkan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) pemerintah yang ada. Setelah itu ibu-ibu yang memiliki anak Balita dianjurkan setiap bulan ke Posyandu melakukan pengukuran berat badan.

“Dari semua tindakan yang kami lakukan ini kalau terdapat problem anak, kami langsung arahkan yang bersangkutan ke dokter gizi yang sudah tersedia,” ungkapnya.

Mengenai kendala yang dialami pada upaya penurunan angka stunting ini berupa keengganan sebagian ibu-ibu membawa anaknya ke Posyandu untuk melakukan pengecekan pertumbuhan anak, berat badan anak dan gizi.

“Ini cuma jadi kendalanya karena mereka ada juga yang malu anaknya dibilang stunting. Tapi itu alhamdulillah secara pelan-pelan dapat kita atasi dengan memberikan pengertian kepada ibu-ibu. Mudah-mudahan kita bisa menekan angka stunting ini sampai titik minimal,” harapnya. (Adv, zul)




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat