Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
1.297 Mahasiswa UMRI KKN 2024, Rektor: Mahasiswa Harus Mampu Jadi Duta Persyarikatan di Alam Nyata
Sabtu, 27 Juli 2024 - 10:46:12 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melepas 1.297 mahasiswa guna mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Umri tahun 2024 di halaman Gedung Utama, Jumat (26/7/2024).

Proses pelepasan yang dilakukan oleh Rektor Umri Dr Saidul Amin dilakukan secara resmi pada Jumat (26/7/2024) sore, yang dihadiri PW Muhammadiyah Riau, Ketua dan Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kota Pekanbaru, segenap Dekan Fakultas, Pimpinan UPT, Lembaga dan Kantor dilingkungan Umri serta 42 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Rektor Umri Dr Saidul Amin dalam amanatnya menyampaikan, di tahun mendatang pihaknya sedang menggagas pelaksanaan KKN mahasiswa ke negara Australia. Di samping itu, pihaknya sudah menjajaki kerjasama dengan kampus di Moro, Filipina agar bisa menempatkan mahasiswa KKN di sana.

Mahasiswa UMRI, kata dia, memiliki tiga keistimewaan. Pertama, peserta KKN adalah mahasiswa yang dilatih berpikir rasional. “Anda adalah mahasiswa bukan siswa biasa maka anda dilatih untuk berfikir rasional untuk mampu menelurkan wawasan ke alam kenyataan,” katanya.

Kemudian Saidul Amin menyampaikan, keistimewaan kedua adalah, sebagai orang Islam harus mampu menanamkan nilai-nilai keislaman serta ketiga kita adalah keluarga besar Muhammadiyah.

“Tapi anak-anakku sekalian, kita juga merupakan orang Islam, dimana nilai-nilai Islam itu harus ada di hati kalian semua, sedangkan yang ketiga, sebagai keluarga besar Muhammadiyah, di luar sana mahasiswa KKN Umri harus mampu jadi Duta-duta Persyarikatan di alam kenyataan,” tegasnya.

Diakhir amanatnya, Rektor Umri berharap agar mahasiswa KKN Umri untuk lebih baik dari yang terdahulu. "Kami berharap, mahasiswa bisa lebih baik dibanding kami. Karena masa depan Persyarikatan ada di tangan kalian semua," harap Saidul Amin.

Dalam laporannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri Dr Aidil Haris menyampaikan, dari 1.297 mahasiswa peserta KKN Umri akan dibagi menjadi dua skema. Sebanyak 1.246 orang mengikuti skema KKN reguler dan 51 orang skema KKN internasional.

“Ada dua skema pelaksnaan KKN Umri tahun ini, yaitu kelompok internasional, KKN dilakukan di tiga negara. Yaitu, di Pattani, Thailand, Selangor, Malaysia dan di Arab Saudi. Khusus satu mahasiswa yang berangkat ke Arab Saudi merupakan program KKN kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sementara, untuk skema reguler, mahasiswa KKN UMRI disebar di dua Provinsi. Yaitu di sembilan Kabupaten Kota di Riau dan satu Kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar),” terang Aidil.

Lebih jauh, Aidil menyampaikan untuk skema reguler, mahasiswa KKN UMRI yang disebar di dua Provinsi itu, mereka akan dibimbing oleh 42 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

“Kabupaten Kota yang akan dituju oleh mahasiswa KKN Umri di Riau adalah Pelalawan, Dumai, Siak, Bengkalis, Kampar, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Pekanbaru serta dibimbing sebanyak 42 orang DPL. Di Provinsi Sumbar, mahasiswa akan ditempatkan di Kecamatan Maninjau Kabupaten Agam. Nantinya, mahasiswa akan dibagi menjadi empat kelompok yang mengabdi di empat Jorong.,” ujarnya.

Ketua LPPM Umri ini juga menambahkan ada dua kelompok yang akan ditempatkan di kampung suku Talang Mamak. "KKN ini untuk mengakomodir permintaan Ustad Abdul Somad (UAS) beberapa waktu lalu. Nanti di sana, mahasiswa didorong untuk mengajak menguatkan nilai keislaman mereka," papar Aidil Haris.  

Dalam penyampaian laporannya, Aidil Kembali menegaskan bahwa selain program utama dan pendampingan, ada juga program wajib. Dimana setiap mahasiswa KKN di masing-masing kelompok wajib menjadi penggerak salat berjamaah di Masjid atau Mushalla.

“Mahasiswa KKN Umri wajib melakukan Gerakan Maghrib Mengaji di lokasi pengabdiannya, dan program ini tidak bisa ditawar-tawar, dan nanti akan ada Sidak untuk memastikan program ini berjalan dengan baik," tegasnya.  

Aidil juga mengingatkan bahwa mahasiswa KKN ini adalah Duta Umri, karena itu mereka harus mampu menjaga sikap. Karena jika ada satu kesalahan, maka Umri secara kelembagaan akan terimbas jeleknya. "Jangan sampai salah sikap dan tingkah di lokasi KKN," paparnya.

Kemudian, Aidil juga menambahkan, seluruh mahasiswa akan dilindungi BPJS Ketenagakerjaan jika mengalami kecelakaan di lokasi KKN. Sementara, mahasiswa yang sakit di lokasi KKN bakal diarahkan untuk ditangani BPJS Kesehatan.

Aidil berpesan, dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa diminta serius melaksanakan program utama dan pendamping yang telah disusun dalam proposal yang telah dipersiapkan sejak sebulan lalu dan telah pula dipresentasikan. (kim)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat