Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Pendidikan
Opini
Menjadi Insan Guru Tanpa Kekerasan
Kamis, 30 Mei 2024 - 16:58:07 WIB
Diffani Haura

MENJADI seorang guru adalah tugas yang sarat tanggung jawab dan penuh tantangan.

Guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku siswa agar menjadi individu yang berbudi pekerti luhur. Tugas ini memerlukan pendekatan yang penuh kesabaran, pengertian dan kasih sayang.

Namun, fenomena kekerasan yang dilakukan oleh guru dalam proses pendidikan masih sering terjadi. Bentuk kekerasan tersebut bisa berupa tindakan fisik seperti mencubit, menjewer, memukul, menampar atau menendang, dengan alasan untuk menegakkan disiplin.

Menurut Undang-Undang No. 23/2001 pasal 54 tentang Perlindungan Anak,.menyebut setiap anak di lingkungan sekolah berhak mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan, baik yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah, maupun teman-temannya.

Kekerasan bukanlah solusi untuk mendisiplinkan siswa. Justru, kekerasan dapat menimbulkan trauma dan menghambat proses belajar. Oleh karena itu, guru perlu mencari cara lain yang lebih efektif dan humanis dalam menegakkan disiplin.

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya dan berinteraksi, serta memanfaatkan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.

Seorang guru yang baik harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Guru harus menjadi sosok yang mendengarkan dan memahami kebutuhan serta perasaan siswa.

Dengan memberikan teladan yang baik, guru bisa menjadi pahlawan tanpa tanda jasa yang sejati, yang mampu membangkitkan semangat belajar dan mengembangkan potensi siswa tanpa kekerasan.

Pada akhirnya, guru harus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan proses belajar yang memotivasi siswa dari dalam dirinya sendiri.

Proses belajar yang menyenangkan dan bebas dari kekerasan akan menghasilkan individu-individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Jadilah guru yang mendidik dengan kasih sayang dan keteladanan, bukan dengan kekerasan.

Penting untuk dicatat bahwa guru juga membutuhkan dukungan yang memadai dari sistem pendidikan dan masyarakat. Pelatihan mengenai metode pengajaran yang efektif, manajemen kelas tanpa kekerasan, dan dukungan emosional untuk para guru sangatlah penting.

Sistem pendidikan yang baik harus menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai, sehingga guru dapat mengembangkan diri dan mengajar dengan maksimal.

Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan komunitas sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Orang tua harus turut berperan aktif dalam mendidik anak di rumah, sementara komunitas dapat mendukung melalui program-program pendidikan dan kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan anak.

Menjadi seorang guru adalah panggilan jiwa yang memerlukan dedikasi dan komitmen tinggi. Dengan menghindari kekerasan dan menekankan pada pendekatan yang positif dan penuh kasih, guru dapat membentuk generasi masa depan yang lebih baik.

Mari kita dukung para guru dalam menjalankan tugas mulia ini dengan cara yang terbaik, sehingga setiap anak dapat berkembang dengan optimal dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Semoga (*)

Penulis adalah Diffani Haura Mahasiswi Fakultas FKIP Jurusan PGSD UIR




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat