Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Jurang Antara Orang Kaya dan Miskin RI Makin Parah, Ini Buktinya
Jumat, 02 Februari 2024 - 10:56:56 WIB
Situasi salah satu sisi Kota Pekanbaru (Foto: FB)

SULUHRIAU - Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan 98% lebih tabungan orang Indonesia berada di bawah angka Rp 100 juta.

Sementara mereka yang memiliki isi tabungan di atasnya hanya sekitar 1%. Bukti jurang kemiskinan antara si kaya dan si miskin makin melebar.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal menilai ketimpangan ekstrem antara si kaya dan si miskin ini sebenarnya sudah berlangsung lama di Indonesia. Namun, belakangan ini ketimpangan tersebut makin buruk.

"Ini fenomena yang terjadi cukup lama dan memang makin memburuk, masalah ketimpangan kepemilikan uang di rekening bank menjadi salah satu petunjuknya," kata Faisal dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat, (2/2/2024).

Berdasarkan data LPS per November 2023, jumlah rekening yang ada di seluruh Indonesia mencapai 554.606.241. Dari jumlah tersebut, rekening yang memiliki nominal di bawah Rp 100 juta mencapai 547 juta rekening atau setara 98,8% dari rekening yang ada.

Meski menjadi mayoritas dalam hal jumlah rekening, namun isi rekening wong cilik ini hanyalah sebanyak Rp 1.021 triliun atau 12,3% dari seluruh tabungan di RI yang nominalnya mencapai Rp 8.247 triliun.


Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kelompok yang memiliki tabungan berisi Rp 5 miliar ke atas. Jumlah rekening dengan nominal tebal tersebut hanya berjumlah 135 ribu, namun isi tabungan mereka mencapai Rp 4.369 triliun atau mencakup 52,8% dari seluruh tabungan orang RI.

Faisal mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa piramida sosial di Indonesia tergolong sangat tajam. Dia mengatakan pemilik rekening di atas Rp 5 miliar jumlahnya sangat sedikit, namun menjadi sangat dominan secara nilai.

"Kesenjangannya sangat-sangat lebar sekali, jadi wajar kalau kemudian 5% pertumbuhan ekonomi Indonesia itu lebih banyak didorong oleh kalangan atas ini," ujar dia.

Setali tiga uang, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai ketimpangan ekonomi di Indonesia memang semakin memburuk. Dia mengatakan tidak hanya dari segi nominal, namun pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan juga sama-sama timpang.

"Orang kaya misalnya bisa mengelola keuangannya, jadi tabungannya belakangan ini melambat bukan berarti dia jatuh miskin, tapi bisa jadi mereka melakukan pergeseran portofolio untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi," kata dia.

Bhima menilai ketimpangan isi rekening ini dapat dilihat dari komposisi kepemilikan rekening saat ini dibandingkan 5 atau 10 tahun lalu. Menurut dia, ketimpangan ekonomi yang terlihat pada data rekening bank sebenarnya adalah muara dari ketimpangan kepemilikan aset dan pengeluaran orang Indonesia yang semakin melebar.

"Ada pemburukan di pengeluaran, ketimpangan kepemilikan lahan yang akhirnya berakhir di sisi kepemilikan rekening," kata dia. (src)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat