Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Ekbis
4 Tanda Kiamat Bumi Makin Nyata, Tampak dari Jeruk
Rabu, 16 Agustus 2023 - 14:18:00 WIB
Pekerja merapikan pohon jeruk Imlek (Kim Kit) yang dijual di Kavling DKI kawasan Meruya, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia)

SULUHRIAU- Bencana alam, cuaca yang tak menentu, hingga maraknya wabah penyakit memengaruhi komoditas pangan utama di seluruh dunia. Laporan Market Insider menyebut harga beras di Asia mencapai titik tertinggi sejak 15 tahun terakhir.

Sementara itu, di China, harga daging babi merosot dan memicu inflasi ke wilayah negatif. Krisis pangan ini bisa membawa 'kiamat' baru di Bumi. Simak selengkapnya.

Krisis Jeruk

Cuaca buruk dan penyebaran wabah 'citrus greening' yang merupakan penyakit dari serangga, menyebabkan krisis jeruk di Amerika Serikat (AS). Hal ini berdampak pada komoditas jeruk yang berkurang drastis.

CEO Florida Citrus Mutual mengatakan produksi jus jeruk di AS mencapai titik terendah sejak 100 tahun lalu dengan indikator pengukuran 317,5 USc per lb.

Mayoritas produksi jeruk di AS berasal dari Florida. Cuaca tak bersahabat dan wabah penyakit buah menyebabkan kelangkaan jeruk, sehingga harganya pun naik gila-gilaan.

Daging Babi China anjlok

Harga daging babi China terus menurun hingga 26% per Juli secara tahun-ke-tahun (YoY). Fenomena ini menyusul cadangan yang berlebihan, sehingga terjadi deflasi yang bisa memicu macetnya aktivitas pasar.

Komoditas daging babi berkontribusi terhadap 3% Indeks Harga Konsumen (IHK), menurut data Economist Intelligence Unit (EIU).

"Kasarannya, kenaikan harga daging babi sebesar 10% akan mendorong IHK sebesar 0,3%," kata EIU.

Biji Coklat Makin Mahal

Bukan cuma komoditas jeruk, tetapi biji coklat juga mengalami kenaikan harga tertinggi sejak 2011, menurut data Barchart. Kelangkaan biji coklat salah satunya dipengaruhi curah hujan berlebihan di Afrika Barat.

Cuaca ekstrem membawa wabah penyakit yang menyebabkan biji coklat membusuk. Menurut Barchart, hal ini bisa menyebabkan menurunnya produksi biji coklat. Alhasil, pasar coklat global akan memasuki tahun ketiga defisit untuk periode 2023/2024.

Harga Beras Asia Meroket

Kekeringan di Thailand dan India membuat panen beras tak selancar biasanya, sehingga pasokan global pun bermasalah. Laporan Insider menyebut harga beras tak pernah semahal saat ini sejak 15 tahun terakhir.

Beras putih Thailand naik 5% dan memecahkan rekor ke harga US$ 648 per ton atau tertinggi sejak Oktober 2008. Fenomena El Nino berpengaruh terhadap petani di Thailand. Mereka dianjurkan untuk memakai air lebih sedikit.

Sementara itu, India yang merupakan produsen beras kunci bagi dunia global juga memberlakukan pelarangan ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini turut berpengaruh terhadap tirisnya pasokan beras global.

Sumber: CNBCIndonesia
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat