Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
4 Tanda Kiamat Bumi Makin Nyata, Tampak dari Jeruk
Rabu, 16 Agustus 2023 - 14:18:00 WIB
Pekerja merapikan pohon jeruk Imlek (Kim Kit) yang dijual di Kavling DKI kawasan Meruya, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia)
TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU- Bencana alam, cuaca yang tak menentu, hingga maraknya wabah penyakit memengaruhi komoditas pangan utama di seluruh dunia. Laporan Market Insider menyebut harga beras di Asia mencapai titik tertinggi sejak 15 tahun terakhir.

Sementara itu, di China, harga daging babi merosot dan memicu inflasi ke wilayah negatif. Krisis pangan ini bisa membawa 'kiamat' baru di Bumi. Simak selengkapnya.

Krisis Jeruk

Cuaca buruk dan penyebaran wabah 'citrus greening' yang merupakan penyakit dari serangga, menyebabkan krisis jeruk di Amerika Serikat (AS). Hal ini berdampak pada komoditas jeruk yang berkurang drastis.

CEO Florida Citrus Mutual mengatakan produksi jus jeruk di AS mencapai titik terendah sejak 100 tahun lalu dengan indikator pengukuran 317,5 USc per lb.

Mayoritas produksi jeruk di AS berasal dari Florida. Cuaca tak bersahabat dan wabah penyakit buah menyebabkan kelangkaan jeruk, sehingga harganya pun naik gila-gilaan.

Daging Babi China anjlok

Harga daging babi China terus menurun hingga 26% per Juli secara tahun-ke-tahun (YoY). Fenomena ini menyusul cadangan yang berlebihan, sehingga terjadi deflasi yang bisa memicu macetnya aktivitas pasar.

Komoditas daging babi berkontribusi terhadap 3% Indeks Harga Konsumen (IHK), menurut data Economist Intelligence Unit (EIU).

"Kasarannya, kenaikan harga daging babi sebesar 10% akan mendorong IHK sebesar 0,3%," kata EIU.

Biji Coklat Makin Mahal

Bukan cuma komoditas jeruk, tetapi biji coklat juga mengalami kenaikan harga tertinggi sejak 2011, menurut data Barchart. Kelangkaan biji coklat salah satunya dipengaruhi curah hujan berlebihan di Afrika Barat.

Cuaca ekstrem membawa wabah penyakit yang menyebabkan biji coklat membusuk. Menurut Barchart, hal ini bisa menyebabkan menurunnya produksi biji coklat. Alhasil, pasar coklat global akan memasuki tahun ketiga defisit untuk periode 2023/2024.

Harga Beras Asia Meroket

Kekeringan di Thailand dan India membuat panen beras tak selancar biasanya, sehingga pasokan global pun bermasalah. Laporan Insider menyebut harga beras tak pernah semahal saat ini sejak 15 tahun terakhir.

Beras putih Thailand naik 5% dan memecahkan rekor ke harga US$ 648 per ton atau tertinggi sejak Oktober 2008. Fenomena El Nino berpengaruh terhadap petani di Thailand. Mereka dianjurkan untuk memakai air lebih sedikit.

Sementara itu, India yang merupakan produsen beras kunci bagi dunia global juga memberlakukan pelarangan ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini turut berpengaruh terhadap tirisnya pasokan beras global.

Sumber: CNBCIndonesia
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat