Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nusantara
Sukses Budi Daya Murai Batu, Pemuda Ini Omzet Puluhan Juta Rupiah per Bulan
Selasa, 10 Januari 2023 - 10:28:55 WIB
Seorang pemuda di Kota Pangkalpinang, Provinsi Babel Belitung, sukses budidayakan burung kicau jenis murai batu. (Foto:iNews.id)

SULUHRIAU- Seorang pemuda di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sukses membudidayakan burung kicau jenis murai batu. Hasilnya, dia meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Pije, warga Kota Pangkalpinang ini mulai membudidayakan burung murai batu sejak 2019 setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai tenaga honorer di Pemkot Pangkalpinang.

Berawal dari hobi, Pije pun mencoba peruntungannya dengan menekuni usaha burung kicau tersebut.

Dia memanfaatkan pekarangan rumah kerabatnya di Kelurahan Opas Indah, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, untuk mendirikan kandang budi daya burung murai batu.

Saat ini sudah ada 20 pasang indukan murai batau di kandang budi daya miliknya. Dengan rincian10 pasang sedang dalam masa produksi dan 10 pasang lainnya mengalami pergantian bulu atau mabung alias moulting, yang membuat indukan harus istirahat total.

"Per kandang itu hasilnya tidak bisa diprediksi, ada yang dua hingga empat ekor anak murai batu. Tapi rata-rata tiga ekor," ucapnya.

Agar hasilnya maksimal, bayi murai yang berumur tiga hingga enam hari dipisahkan dengan induknya untuk meloloh (proses memberi makan menggantikan induk burung).

Kemudian bayi burung murai batu diberi pakan utama berupa telur kroto dan jangkrik.

Anak burung murai batu biasanya siap dipasarkan jika sudah berusia dua atau tiga bulan. Harganya pun bervariasi, tergantung jenisnya.

"Bisanya satu anak murai batu dijual mulai harga Rp1,5 hingga Rp3 juta. Pembelinya memang ada pelanggan atau penghobi burung tetrsebut," ujarnya.

Selain memiliki kandang budi daya burung murai batu, Pije juga mempunyai toko burung yang terletak di Jalan Martadinata Pangkalpinang. Terkadang dia juga melayani pembelian hingga ke luar daerah.

Mengalami pemutusan hubungan kerja karena suatu hal terkadang memang menyakitkan, sebab akan berdampak bagi ekonomi si pekerja. Namun hal itu akan berbuah manis jika kita pandai memanfaatkan peluang.

Kisah inspiratif pemuda di Kota Pangkalpinang ini diharapakan dapat menginspirasi. Pandai lah manfaatkan peluang, jadikan hobi sebagai ladang penghasil cuan untuk meraih kesuksesan.

"Awalnya itu dari hobi. Setelah di-PHK iseng-iseng menekuni usaha ini. Alhamdulillah kini penghasilan di atas Rp10 juta per bulannya," kata Pije, Senin (9/1/2023).

Berbagai rintangan dilaluinya dalam merintis usaha tersebut hingga berhasil menemukan formula paten untuk menghasilkan murai batu ekor panjang, si petarung andal dengan gaya dan kicauan merdu.

Sumber: Inews.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat