Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Pendidikan
Ada Pihak Sekoloh Mengeluh Merasa Dipersulit Kabid SD Disdik Pekanbaru dalam Urusan RKA Dana BOS
Senin, 28 November 2022 - 15:56:12 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak bendahara sekolah mengeluh karena merasa dipersulit Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru terkait pengurusan rencana kerja dan anggaran (RKA) dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Ini lantaran dalam pelayanan dari Kabid SD Disdik Pekanbaru dinilai operator atau bendahara sekolah ada upaya 'intimidasi' pihak sekolah dalam pengurusan RKA BOS tersebut.

Keluhan inipun sampai beredar di WhatsApp grup, dengan narasi keluh kesah.

"Kami tidak tahu lagi kemana kami mengadu dan mengeluh atas perlakuan Kabid SD Dian Permata Indah SE dan intimidasi kabid SD setiap kami mengantar RKA dan laporan dana BOS. Kami merasa ditekan dan dipersulit oleh Kabid SD. Apapun yang kami lakukan selalu salah dimata Kabid SD,” tulis sumber yang dikirimkan ke WhatsApp grup wartawan.

Dalam kalimat selanjutnya dijelaskan, meski mereka sudah membuat RKA sesuai juknis, namun mereka tetap saja dipersulit. Alhasil, mereka harus bolak-balik ke disdik, sementara Dian sendiri jarang berada di tempat.

“Kami harus menunggu sampai magrib dan terkadang hari libur diarahkan ke rumah beliau dengan membawa buah tangan, jika tidak, tidak dilayani dengan baik,” tulis sumber.

Akibat banyaknya tekanan ini ungkap sumber, mereka merasa stres dan tidak nyaman bekerja. Bahkan ada salah satu teman mereka yang baru melahirkan, meninggal dunia karena terlalu stres mengerjakan laporan. Pasalnya oleh Kepala sekolah, mereka dituntut harus bekerja maksimal.

“Jika kami mengundurkan diri sebagai operator atau bendaraha, Kepsek tidak memproses surat pengunduran kami. Kami tau Kepsek kami sudah banyak mengeluarkan uang untuk melancarkan urusan laporan dana BOS ini selama ini,” ungkap sumber.

Masih menurut sumber,  biasanya yang mengurus pelaporan RKA dana BOS adalah staf dan Kasi Kesiswaan, dan itu tidak pernah ada masalah. Namun untuk saat ini dipegang langsung oleh kabid SD semuanya diambil alih.  

Akibatnya, waktu mereka banyak tersita karena harus bolak-balik menyampaikan laporan ke Kabid SD itu, mereka pun tidak ada waktu lagi untuk mengajar dan meningkatkan mutu.

Bahkan beber sumber ini, tidak jarang mereka harus duduk di lantai untuk menunggu giliran untuk mengantarkan menunggu ACC dari beliau. Sementara Dian Permata Indah, tidak memberikan wewenang kepada kasi dan staf nya untuk membantu.

“Sekarang dunia pendidikan berorientasi hanya dana BOS bukan mutu pendidikan. Kami meminta bantuan supaya permasalahan ini diselesaikan agar kami bisa bekerja dengan maksimal tanpa tekanan dari siapapun,” ungkapnya.

Media mencoba mengklarifikasi ke WA pengirim pernyataan itu, yang bersangkutan belum dapat dihubungi.

Sementara itu, salah seorang kepsek SD Pekanbaru yang enggan ditulis namanya, membenarkan ada keluhan atas kesulitan urusan RKA dana BOS tersebut di pihak terkait Disdik Pekanbaru.

Dibantah

Sementara itu, Kabid SD Disdik Pekanbaru Dian Permata Indah dikonfirmasi via WhatShapnya, Jumat (25/11/2022), tidak menampik adanya kabar selebaran menuding diarahkan ke pihaknya terkait urusan RKA dana BOS tersebut.

Dian mengatakan,“Beberapa orang Op sudah datang ke saya dan mereka bilang itu bukan dari Op pak."  Mereka tidak pernah membuat pesan WA semacam itu. Itu hanya oknum yg tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Dian menjelaskan, permasalahannya kemungkinan bahwa dana BOS itu dipegang oleh Kepsek dan Bendahara. Tetapi yang disuruh oleh Kepsek membuat laporan operator (Op). Sehingga ketika ditanya tentang pelaporan, mereka tidak tahu.

Aturan penggunaan dana bos itu kata Dian, sudah diatur oleh pusat, bukan daerah.

“Karena mereka hanya disuruh membuat. Seharusnya yg bertanggung jawab tentang dana BOS adalah kepsek dan bendahara. Tapi kok semuanya dibeban ke Op saja membuat laporannya tanpa kepsek peduli hal itu,” balas Dian kepada wartawan.

Dian menjelaskan, untuk pengumpulan laporan dana BOS ada tenggang waktu yang telah ditentukan. Terkadang laporan tersebut sampai batas yang ditentukan belum dibuat.

Mulai tahun 2018 dana BOS sudah masuk ke dalam RKA dinas, ketika laporan terlambat akan mengakibatkan laporan dinas juga telat.

"Apalagi sekarang kita sudah di periksa oleh BPK dan inspektorat.
Berpengaruh terhadap tukin pegawai di lingkungan dinas pendidikan," katanya.

“Kendalanya terkadang kita tanya ke Op atau bendahara kwitansi belum ada. Padahal dana BOS sudah lama cair,” tukasnya.

"Intinya, ketika aturan kita tegakkan, akan banyak pro kontra," tegasnya.

Ia menambahkan, terkait adanya pegawai yang baru melahirkan meninggal dunia kata Dian, pihaknya balik mempertanyakan sikap kepala sekolah.

“Masalah yang meninggal itu dia baru melahirkan disuruh oleh kepseknya membuat laporan. Seharusnya kalau tau baru melahirkan jangan dipaksa utk membuat laporan,” kata Dian.

Ia juga membantah tudingan yang sampai harus mengantar laporan ke rumahnya. Dian mengatakan bahwa laporan RKA yang mereka antar ke rumahnya karena tak sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Batas akhir mengantar laporan biasanya terakhir di hari Jumat, tidak jarang saya sampai malam dikantor sebab laporan mereka baru diantar sorenya, bahkan menjelang malam," katanya.

"Kenapa mereka bilang hari libur mengantar dan membawa laporan ke rumah, itu karena meraka minta waktu saya karena laporan nya belum selesai mereka kerjakan, bahkan waktu saya lah yang tidak ada buat keluarga karena melayani meraka dan dunia pendidikan jadi jangan salahkan saya dong, "bantah Dian panggilan akrabnya. (tim)




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat