Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Pendidikan
Gagasan Habibie Universal dan Tak Lekang oleh Waktu
Sabtu, 29 Januari 2022 - 21:13:57 WIB
Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie (Antar)

SULUHRIAU- Anggota Dewan Pembina the Habibie Center, A Makmur Makka, menyebut Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie tidak main-main dalam meletakkan pondasi kebijakan riset di Indonesia.

Makka mengingat kembali ke akhir tahun 1970-an, ketika Habibie baru dilantik menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek).

"Gagasan Pak Habibie itu mulai dari awal, meletakkan pondasi kebijaksanaan riset di Indonesia itu tidak main-main," ungkap Makka dalam peluncuran buku bertajuk "SAYA, Baharuddin Yusuf Habibie" yang dia tulis, Sabtu (29/1/2022).

Makka menceritakan, ketika baru dilantik sebagai Menristek, sekitar tahun 1978-1979, Habibie langsung membuat panitia perumus dan evaluasi program utama nasional bidang ristek. Dia menilai, orang-orang yang dilibatkan oleh Habibie di dalamnya tidak main-main, yakni para profesor-profesor yang ahli di bidangnya masing-masing.

Yang terlibat berbicara, menggarap matriks nasional ristek pertama itu adalah mereka-mereka itu. Termasuk litbang-litbang perindustrian, litbang hankam. Jadi tidak main-main pondasi yang sudah dibuat dalam riset itu," jelas Makka.

Dia mengatakan, teknologi bisa berubah, namun kebijakan yang dibentuk hingga saat ini sangat-sangat berkelindan. Menurut Makka, dirinya tengah dalam proses membuat buku yang berisikan tentang jejak-jejak pemikiran Habibie tentang ilmuwan. Dia mengambil satu kalimat menarik yang diucapkan oleh Habibie.

"Pak Habibie selalu mengatakan enteng sekali. 'Apabila Anda mau diakui ilmuwan, itu tidak bisa kalau Anda hanya memiliki titel. Itu belum apa-apa. Anda akan diakui sebagai ilmuwan setelah Anda melihat atau menyelesaikan sebuah problem bangsa," kata Makka.

Mantan pemimpin redaksi Republika itu juga melihat pemikiran Habibie bersifat universal. Dengan sifatnya itu, pemikiran-pemikiran Habibie akan selalu ada. Salah satu pemikiran Habibie yang juga dia ingat adalah melakukan pendekatan proses nilai tambah.

"Beliau mengehendaki setiap insan sumber daya manusia itu harus diberi optimalisasi untuk melakukan sesuatu, untuk pintar, untuk menyelesaikan masalah, terutama problem bangsa yang terjadi saat ini," kata dia.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) periode 2014-2019, Unggul Priyanto, mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Habibie tentang ilmuwan. Karena itu dia berharap ke depan pemerintah Republik Indonesia dapat semakin sadar akan pentingnya peran ilmu pengetahuan dan inovasi.

"Saya kira itu benar ya. Jadi mudah-mudahan ke depan negara kita semakin baik dan pemerintah kita juga makin sadar pentingnya peranan ilmu pengetahuan dan inovasi," jelas Unggul yang hadir dalam kesempatan itu sebagai pembicara.

Unggul membahas tentang buah pemikiran Habibie yang cukup populer, yakni bermula dari akhir dan berakhir dari awal. Menurut Unggul, konsep tersebut pada zamannya banyak menimbulkan perdebatan dan banyak yang tidak memahaminya dengan baik.

Padahal, menurut Unggul, inti dari pemikiran Habibie tersebut adalah ingin menjelaskan, untuk negara berkembang yang sudah termasuk terlambat dalam membangun suatu industri tidak perlu harus memulainya dari awal. Negara itu bisa memulainya dari tengah atau di ujungnya dengan menguasai teknologinya terlebih dahulu.

"Tapi bisa dipotong di tengah atau di ujung. Nanti kalau sudah menguasai teknologi itu, baru pelan-pelan melakukan riset dasar maupun terapan untuk meningkatkan kemampuan teknologi yang dikembangkan," tutur Unggul.

Dia melihat langkah tersebut dilakukan oleh negara-negara lain, yang salah satunya adalah China. Unggul memberikan contoh, China yang kini sudah turut menjadi pemain utama di bidang kereta cepat memulai semuanya dari membeli lisensi dari Jepang dan Jerman. Dari sana, China mengembangannya sendiri.

"Jadi ini bukan hanya apa yang disampaikan Pak Habibie di Indonesia, tapi di dunia banyak yang dilakukan seperti itu," jelas Unggul.

Sumber: republika.co.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat