Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Dengar Pengaduan Ratusan Petani Sawit Kopsa M Pangkalan Baru, Ini Tanggapan Erick Thohir
Ahad, 28 November 2021 - 06:23:23 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Menteri BUMN Erick Thohir, saat berdialog dengan perwakilan ratusan petani sawit yang tergabung dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Jumat, (26/11/2021) sore.

Petani menyampaikan persoalan yang muncul yang tak kunjung selesai terkait petani ini. "Siapa oknumnya? laporkan kepada saya," tegas Menteri BUMN Erick Thohir, saat berdialog dengan perwakilan ratusan petani.

Pernyataan Menteri BUMN tersebut, disambut haru ratusan petani yang mendengar langsung pernyataan tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang langsung sujud syukur di Masjid An-Nur Pekanbaru.

Momen ini menjadi sejarah baru bagi perjuangan ratusan petani sawit yang tergabung dalam Kopsa M. Pasalnya, bertahun-tahun perjuangan para petani tidak ada penyelesaiannya.

Seluruh langkah perjuangan petani ini seperti membentur tembok. Sehingga momentum pertemuan di masjid ini membuka secercah harapan bagi para petani.

"Kami bahagia sekali bisa bertemu langsung dengan Pak Menteri. Mudah-mudahan hari ini, menjadi Jumat barokah bagi kami," ujar Ari, salah seorang perwakilan petani.

Ari juga mengatakan, "Bertahun-tahun kami berjuang, seperti membentur tembok. Tapi, di Masjid Raya An-Nur ini, Bapak Menteri BUMN berkenan mendengar dan memberi solusi atas permasalahan yang kami hadapi dengan PTPN V, yang telah berlangsung selama 18 tahun ini," tambah Ari.

Menteri BUMN Erick Thohir ke Riau sejak Kamis, 25 November 2021, dalam rangka kunjungan kerja. Salah satu rangkaian kunjungan tersebut adalah menjadi keynote speech acara Muslim Leader Preuner.

Usai menjadi narasumber tersebut, Erick Thohir mendengar aspirasi para petani sawit Kampar Riau.

Pada pertemuan di Masjid tersebut, terungkap penderitaan para petani yang tergabung dalam Kopsa M yang telah bertahun-tahun memperjuangkan hak-haknya atas tanah dan kemitraan yang tidak sehat.

Selain soal lahan yang diserobot, Kopsa M juga mengadukan perihal dugaan utang fiktif yang digelembungkan oleh oknum PTPN V dalam membangun kebun petani, sehingga sebagian besar kebun gagal dibangun.

Menteri Erick Thohir menyimak dengan serius semua aduan petani. Sedangkan para petani tampak sangat terharu mendengar respons dari Menteri BUMN.

“Kasih tahu saya nama-namanya, akan saya tindak langsung”, kata Erick saat merespons bahwa adanya oknum PTPN V yang menyengsarakan petani-petani Kopsa M Riau.  

Secara sigap, Erick Thohir pun langsung meminta nomor telepon perwakilan petani dan memberikan nomor teleponnya kepada perwakilan petani Kopsa M.

Pada waktu dialog di Masjid itu juga, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan menyelesaikan persoalan yang melilit petani-petani Kopsa M.

Kronologis
Sebagaimana diketahui, lebih dari 15 tahun petani Kopsa M tidak pernah menikmati hasil kebun sebagaimana petani sawit umumnya, karena hanya menghasilkan Rp50.000 hingga Rp100.000/bulan per hektare

Padahal, sejak 2003 hingga 2016 kebun petani dikelola langsung oleh PTPN V dengan skema single manajemen. Baru sejak kepengurusan Haji Anthony Hamzah dari 2017, pendapatan petani mengalami peningkatan hingga Rp700.000/bulan.

Hingga saat ini, petani-petani Kopsa M masih terus memperjuangkan hak-haknya antara lain memperjuangkan dugaan penguasaan lahan oleh pihak lain, persoalan tata kelola pinjaman utang pembangunan kebun yang tidak akuntabel, penghancuran koperasi, adu domba antarpetani oleh pihak tertentu, penahanan uang hasil panen petani hingga Rp3,4 miliar, hingga kriminalisasi Ketua Koperasi, dan dua orang petani lainnya.

Setelah bertemu Erick Thohir, petani Kopsa M berharap keadilan akan datang. Belasan tahun praktik buruk kemitraan PTPN V dengan Kopsa M mulai terbongkar dan berharap PTPN V segera memperbaiki dan memulihkan kemitraan yang setara, sehat, dan menguntungkan bagi pihak-pihak yang bermitra.

"Pak Menteri, kami sudah capek, kami berharap bapak mampu menyelesaikan masalah kami ini. Selama ini selain permasalahan kami tidak selesai, kami juga dikriminalisasi" ungkap salah seorang petani pada pertemuan di Masjid Agung An-Nur tersebut.

Nampaknya, harapan dan kepercayaan petani tersebut sejalan dengan komitmen Erick Thohir untuk melakukan "bersih-bersih" di lingkungan PTPN sebagaimana yang pernah disampaikan kepada publik di negeri ini.

Untuk menjawab menyelesaikan masalah petani yang tergabung dalam Kopsa M tersebut, tinggal menunggu waktu. Apakah integritas dan komitmen menteri Erick Thohir dapat terwujud?

Disna dari SETARA Institute mengatakan harapan masyarakat kepada Menteri Erick Thohir, tidak mungkin terwujud jika manajemen PTPN V tidak memiliki komitmen yang sama dengan menteri.

"Tapi jika manajemen PTPN V ingin membantu bapak Menteri Erick Thohir membuka kotak pandora tersebut sehingga masalahnya jadi terang benderang. Dalam hitungan jari, masalah ini dapat diselesaikan," pungkasnya. (rls)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat