Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Hukrim
BRK Polisikan 2 Mantan Pegawai Capem Ahmad Yani Kasus Pembobolan Rekening Nasabah
Rabu, 31 Maret 2021 - 22:31:48 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Selain melaporkan dua mantan pegawai Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu (Capem) Pasir Pangaraian, Rokan Hulu ke Polda Riau karena membobol rekening nasabah, BRK juga akan melaporkan dua mantan pegawainya yang saat itu bertugas di Capem Ahmad Yani Pekanbaru, ke Polda Riau, dengan kasus sama pada tahun 2016.

Kedua mantan pegawai BRK itu merupakan admin dan kepala Capem. Saat ini keduanya telah dipecat.

Direktur Utama (Dirut) BRK, Andi Buchari mengatakan kasus pembobolan rekening nasabah yang dilakukan oknum pegawainya itu merupakan kasus lama.

"Itu kasus tahun 2016. Memang kasus seperti ini kasus lama-lama. Yang bersangkutan sudah kita berhentikan, dan sudah menggantinya dana yang ditarik secara tidak sah," kata Andi Buchari saat memberi keterangannya Rabu (31/3/2021).

Andi menegaskan, meski oknum mantan pegawai BRK tersebut telah mengembalikan uang yang ditarik secara ilegal, namun tidak menghilangkan kasus hukumnya.

"Makanya kita akan mempertimbangkan kasus ini (dilaporkan ke kepolisian). Karena bagaimanapun ini, uang itu sudah dilunasi oleh yang bersangkutan," tegasnya.

Dengan adanya dua kasus pembobolan rekening nasabah, Andi menegaskan kepada seluruh pegawai BRK untuk menjadikan hal itu sebagai pelajaran.

"Karena itu kasus ini kita laporkan ke Polda Riau meski kasus lama. Hal ini memberi efek jera bagi insan BRK, sehingga mereka bekerja tidak menyalahi aturan," ujarnya.

Ditanya apakah  kasus pembololan ini karena ada permainan di internal pengawas BRK, mengingat kasus pembobolan rekening nasabah terjadi dalam kurun waktu yang lama.

"Saya rasa tidak. Ini terjadi karena ada niat dan kesempatan. Karena itu dari sisi niat, kita sudah melaporkan kasus ini supaya ada efek jera. Kemudian dari sisi kesempatan kita sudah mengganti sistem finger print. Sebab kejadian ini terjadi karena pelaku menggunakan password atasannya.

"Tapi kejadian-kejadian seperti ini tidak dilakukan lagi karena kita sudah meninggalkan cara-cara manual, dengan mengganti sistem finger print, kecuali atasanmya meminjamkan jarinya," katanya dikutip dari SULUHRIAU, Pekanbaru- Selain melaporkan dua mantan pegawai Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu (Capem) Pasir Pangaraian, Rokan Hulu ke Polda Riau karena membobol rekening nasabah, BRK juga akan melaporkan dua mantan pegawainya yang saat itu bertugas di Capem Ahmad Yani Pekanbaru, ke Polda Riau, dengan kasus sama pada tahun 2016.

Kedua mantan pegawai BRK itu merupakan admin dan kepala Capem. Saat ini keduanya telah dipecat.

Direktur Utama (Dirut) BRK, Andi Buchari mengatakan kasus pembobolan rekening nasabah yang dilakukan oknum pegawainya itu merupakan kasus lama.

"Itu kasus tahun 2016. Memang kasus seperti ini kasus lama-lama. Yang bersangkutan sudah kita berhentikan, dan sudah menggantinya dana yang ditarik secara tidak sah," kata Andi Buchari saat memberi keterangannya Rabu (31/3/2021).

Andi menegaskan, meski oknum mantan pegawai BRK tersebut telah mengembalikan uang yang ditarik secara ilegal, namun tidak menghilangkan kasus hukumnya.

"Makanya kita akan mempertimbangkan kasus ini (dilaporkan ke kepolisian). Karena bagaimanapun ini, uang itu sudah dilunasi oleh yang bersangkutan," tegasnya.

Dengan adanya dua kasus pembobolan rekening nasabah, Andi menegaskan kepada seluruh pegawai BRK untuk menjadikan hal itu sebagai pelajaran.

"Karena itu kasus ini kita laporkan ke Polda Riau meski kasus lama. Hal ini memberi efek jera bagi insan BRK, sehingga mereka bekerja tidak menyalahi aturan," ujarnya.

Ditanya apakah  kasus pembololan ini karena ada permainan di internal pengawas BRK, mengingat kasus pembobolan rekening nasabah terjadi dalam kurun waktu yang lama.

"Saya rasa tidak. Ini terjadi karena ada niat dan kesempatan. Karena itu dari sisi niat, kita sudah melaporkan kasus ini supaya ada efek jera. Kemudian dari sisi kesempatan kita sudah mengganti sistem finger print. Sebab kejadian ini terjadi karena pelaku menggunakan password atasannya.

"Tapi kejadian-kejadian seperti ini tidak dilakukan lagi karena kita sudah meninggalkan cara-cara manual, dengan mengganti sistem finger print, kecuali atasanmya meminjamkan jarinya," katanya dikutip dsri cakaplah.com. (*)





 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat