Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Bos Kompas Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia, Ini Rekam Jejaknya
Rabu, 09 September 2020 - 20:05:17 WIB
Jakob Oetama (Foto: Twitter/asumsico)

SULUHRIAU- Jakob merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia yang merupakan wartawan sekaligus salah satu pendiri Surat Kabar Kompas.

Jakob wafat mengalami gangguan multiorgan yang dikatakan oleh Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim. Pemakaman akan dilangsungkan pada tanggal 10 September 2020 di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang pada 27 September 1931 silam. Almarhum sempat menjadi seorang guru di beberapa sekolah pada periode 1952-1956 setelah lulus dari SMA. Ia juga merupakan lulusan perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Setelah menjadi guru, ia pun memilih jalan sebagai wartawan hingga mendirikan jaringan media terbesar, Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.

Sebelum mendirikan Kompas, Jakob Oetama bersama PK Ojong, ia merupakan redaktur mingguan "Penabur". Sementara PK Ojong sebagai pemimpin redaksi mingguan "Star Weekly".

Selain pernah menjadi guru, Jakob juga pernah menjadi seorang legislatif. Pada tahun 1966-1982, ia merupakan anggota DPR dari Karya Pembangunan, Golkar. Pada tahun 1987-1999, menjadi anggota MPR dari Utusan Daerah.

Lalu, ia juga tercatat aktif di beberapa kegiatan seperti menjadi Ketua Serikat Penerbit Suratkabar, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia pada 1965-1969. Ia bahkan pernah menjadi penasehat Konfederasi Wartawan ASEAN pada tahun 1974.

Saat masih merintis Intisari dan Kompas, Jakob Oetama dan PK Ojong senantiasa berbagi tugas. Jakob mengurusi editorial, sementara Ojong di bidang bisnis. Namun, situasi pun berubah drastis bagi Jakob setelah Ojong meninggal dunia mendadak dalam tidurnya.

Setelah 15 tahun kebersamaannya dengan Ojong membangun Kompas, kepergian Ojong meninggalkan beban berat di pundak Jakob. Jakob harus terjun langsung ke dalam dunia bisnis.

"Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol! Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis." ujarnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Kerendahan hati itulah yang justru membawa Jakob mengembangkan Grup Kompas Gramedia menjadi sebesar saat ini. Jakob dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak jemawa atas segala pencapaiannya. Ia tak pernah merasa kaya di hadapan orang miskin, pun merasa miskin di hadapan orang kaya.

Jakob juga kerap mendapatkan penghargaan, adapun penghargaan pertama yang diraih adalah Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah Indonesia pada tahun 1973.(***)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat