Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Ekbis
Bos Kompas Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia, Ini Rekam Jejaknya
Rabu, 09 September 2020 - 20:05:17 WIB
Jakob Oetama (Foto: Twitter/asumsico)

SULUHRIAU- Jakob merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia yang merupakan wartawan sekaligus salah satu pendiri Surat Kabar Kompas.

Jakob wafat mengalami gangguan multiorgan yang dikatakan oleh Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim. Pemakaman akan dilangsungkan pada tanggal 10 September 2020 di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang pada 27 September 1931 silam. Almarhum sempat menjadi seorang guru di beberapa sekolah pada periode 1952-1956 setelah lulus dari SMA. Ia juga merupakan lulusan perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Setelah menjadi guru, ia pun memilih jalan sebagai wartawan hingga mendirikan jaringan media terbesar, Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.

Sebelum mendirikan Kompas, Jakob Oetama bersama PK Ojong, ia merupakan redaktur mingguan "Penabur". Sementara PK Ojong sebagai pemimpin redaksi mingguan "Star Weekly".

Selain pernah menjadi guru, Jakob juga pernah menjadi seorang legislatif. Pada tahun 1966-1982, ia merupakan anggota DPR dari Karya Pembangunan, Golkar. Pada tahun 1987-1999, menjadi anggota MPR dari Utusan Daerah.

Lalu, ia juga tercatat aktif di beberapa kegiatan seperti menjadi Ketua Serikat Penerbit Suratkabar, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia pada 1965-1969. Ia bahkan pernah menjadi penasehat Konfederasi Wartawan ASEAN pada tahun 1974.

Saat masih merintis Intisari dan Kompas, Jakob Oetama dan PK Ojong senantiasa berbagi tugas. Jakob mengurusi editorial, sementara Ojong di bidang bisnis. Namun, situasi pun berubah drastis bagi Jakob setelah Ojong meninggal dunia mendadak dalam tidurnya.

Setelah 15 tahun kebersamaannya dengan Ojong membangun Kompas, kepergian Ojong meninggalkan beban berat di pundak Jakob. Jakob harus terjun langsung ke dalam dunia bisnis.

"Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol! Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis." ujarnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Kerendahan hati itulah yang justru membawa Jakob mengembangkan Grup Kompas Gramedia menjadi sebesar saat ini. Jakob dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak jemawa atas segala pencapaiannya. Ia tak pernah merasa kaya di hadapan orang miskin, pun merasa miskin di hadapan orang kaya.

Jakob juga kerap mendapatkan penghargaan, adapun penghargaan pertama yang diraih adalah Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah Indonesia pada tahun 1973.(***)




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat