Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Internasional
Politikus Pengkritik Putin Terbaring Koma di RS Jerman, Diduga Diracun
Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:11:33 WIB
Pemimpin Oposisi Rusia, Alexei Navalny. (Foto: Sputnik)

SULUHRIAU- Pemimpin oposisi Rusia dan pengkritik keras Presiden Vladimir Putin terbaring koma di rumah sakit Berlin setelah diduga diracun dalam penerbangan ke Moskow pekan lalu.

Alexei Navalny tak sadarkan diri di pesawat setelah minum teh di tengah perjalanan kampanyenya di Siberia.

Rekaman video menunjukkan Navalny menggeliat kesakitan dalam penerbangan dari Tomsk di Siberia ke Moskow. Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan darurat di Omsk di mana dia kemudian mendapat perawatan pertama.

Dia diterbangkan ke Jerman untuk mendapat perawatan pada Sabtu (22/8/2020) setelah sempat dirawat di Rusia.

Rumah sakit Charité yang merawat Navalny merilis pernyataan yang mengatakan bahwa bukti klinis menunjukkan politikus berusia 44 tahun itu keracunan zat penghambat kolinesterase. Namun, dokter yang merawat Navalny di Rusia mengatakan mereka tidak menemukan jejak zat tersebut.

"Zat pastinya belum diketahui," kata rumah sakit itu sebagaimana dilansir BBC. "Analisis luas telah dimulai. Efek racun - yaitu penghambatan kolinesterase dalam organisme - telah dibuktikan beberapa kali dan di laboratorium independen."

Navalny saat ini dilaporkan dalam kondisi yang serius, namun nyawanya tidak terancam. Tim medis memperingatkan kemungkinan adanya efek zat tersebut pada sistem saraf Navalny.

Tim dokter di Charité merawat Navalny dengan atropin, obat yang sama yang oleh dokter Inggris digunakan dalam kasus peracunan mantan agen KGB Sergei Skripal pada 2018.

Penghambat kolinesterase adalah sekelompok senyawa kimia yang digunakan dalam segala hal mulai dari senjata kimia hingga pestisida yang dirancang untuk membunuh serangga, dan obat-obatan manusia yang dirancang untuk meringankan gejala Alzheimer dan jenis demensia lainnya. Gas saraf dan yang disebut kelompok bahan kimia “Novichok” juga merupakan penghambat kolinesterase.

Kremlin mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan Navalny jatuh sakit dan menyatakan bahwa hasil tes awal tidak menunjukkan dia diracun. Tim dokter di Omsk mengatakan penyakit Navalny disebabkan oleh gangguan metabolisme yang dipicu oleh gula darah rendah. (*okz)




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat