Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Internasional
Kekurangan Dokter, India Andalkan Dukun untuk Hadapi Covid-19
Kamis, 02 Juli 2020 - 21:28:43 WIB
Foto int

SULUHRIAU â€“ Pemerintah India mulai kewalahan menghadapi pandemi virus Corona karena minimnya dokter. Bahkan, mereka mulai merangkul penyedia layanan kesehatan informal alias dukun untuk menjangkau warganya di daerah pedesaan yang terpencil.

Mengutip BBC pada Kamis 2 Juli 2020, salah satu dukun di Benggala Barat, Mohammed Nizamuddin, lebih dipercaya oleh warga untuk mengobati penyakit mereka ketimbang berkonsultasi dengan dokter berlisensi.

Sebenarnya, penyedia layanan kesehatan informal ini terampil mengobati warga, meski tak pernah sekolah kedokteran.

Kendati begitu, mereka tak bekerja asal-asalan. Biasanya para dukun ini pernah bekerja selama 10 tahun atau lebih bersama dokter berkualitas sebelum pulang ke desa dan membuka kliniknya sendiri.

Bukannya dimusuhi, pemerintah mulai merangkul dukun-dukun ini dan memanfaatkan kepopulerannya untuk memberi pengarahan pada masyarakat. Sebab, kepercayaan masyarakat desa pada orang-orang seperti Nizamuddin lebih tinggi daripada dengan dokter yang memiliki ijazah dari universitas terkemuka.

Penyedia layanan kesehatan informal ini biasanya membekali diri dengan pil, suntikan dasar, nebuliser, kain kasa dan perban. Klinik sederhana yang mereka buat bisa berfungsi sebagai unit gawat darurat (UGD) dadakan.

Selain membuat tusukan dan menjahit luka, dokter yang bukan tenaga kesehatan formal ini juga menyediakan perawatan medis dan merujuk pasien. Mereka beroperasi seperti non-physician clinicians di Afrika.

Beberapa negara bagian seperti Benggala Barat telah mengambil langkah untuk melatih ribuan penyedia kesehatan informal semacam itu. Sejak pandemi, tugas para dokter tanpa lisensi ini bertambah dengan mendata pasien yang menunjukkan gejala COVID-19.

Para dukun ini ditugaskan untuk memasukkan data detail pada aplikasi pengawasan COVID-19 di ponselnya. Lalu, informasi ini diteruskan ke pejabat kesehatan di ibu kota Kolkata, sekitar 200 km dari Benggala Barat.

India adalah negara yang telah menghabiskan 1,28 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) untuk kesehatan masyarakat, salah satu yang terendah di dunia. Hal ini juga yang jadi alasan mengapa penyedia jasa kesehatan informal berkembang di India. Selain itu, terlalu sedikit dokter berlisensi yang mau bekerja di desa.

Menurut penelitian profesor ekonomi di Universitas Georgetown, Jishnu Das, 68 persen dari semua penyedia layanan kesehatan informal di desa adalah tenaga kesehatan tanpa kualifikasi. Akan tetapi, peran kunci yang mereka mainkan sangat diakui.

Sejak pandemi virus Corona, penyedia layanan kesehatan informal memainkan peran penting dalam pengawasan masyarakat, melaporkan demam dan kasus influenza, dan bahkan membawa orang ke pusat pengujian. (vvc, bbc)




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat