Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
Pak Harto Pernah Meramal Nasib Indonesia di 2020
Selasa, 10 Desember 2019 - 08:24:48 WIB

SULUHRIAU- Mantan Presiden Soeharto mengingatkan bahwa anak-anak remaja harus disiapkan untuk mencintai produk dalam negeri. Ia memberikan penjabaran mengenai pandangannya terhadap peran remaja dan anak muda dalam globalisasi.

Sebab, mereka akan menghadapi era persaingan bebas pada 2020, di mana produk-produk dari luar negeri akan membanjiri pasar dalam negeri. Oleh karena itu, mereka diharapkan menjadi benteng bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara.

"Dalam menghadapi globalisasi yang sekarang, kita akan melakukan liberalisasi daripada perdagangan-perdagangan bebas untuk negara berkembang. Tahun 2020 atau 25 tahun lagi. Anak-anak yang nantinya berumur 25 tahun. Artinya anak-anak usia remaja sekarang. Mereka harus disiapkan untuk mencintai Tanah Airnya. Mencintai produk dalam negeri," katanya, dalam akun YouTube HM Soeharto, seperti dilansir VIVA, Selasa,  (10/12/2019).

Kala itu, Presiden Kedua Republik Indonesia tersebut berbicara pada acara Pencanangan Gerakan Nasional (Gernas) Pelestarian Nilai Kepahlawanan di Surabaya, Jawa Timur, 23 November 1995.

Ia kembali mengingatkan kekhawatirannya dalam menghadapi globalisasi kelak. Menurutnya, apabila remaja terlena dengan produk-produk asing, akan berdampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan bangsa Indonesia.

Seperti sudah memprediksi, Soeharto seolah mampu meramalkan kaum muda Indonesia di masa depan bakal lebih menyukai produk asing lantaran dibanderol dengan harga yang lebih murah.

"Kalau para pemuda kesengsem dengan produk yang murah dan bagus tapi hasil dari luar negeri. Maka hancur daripada bangsanya. Kenapa? karena produknya (dalam negeri) tidak ada yang membeli. Pabrik tutup, lantas tidak bisa bekerja, tidak bisa makan. Inilah yang harusnya kita persiapkan," tegas Soeharto.

Ia mengatakan, untuk menyelamatkan nasib bangsa, maka Indonesia harus mempersiapkan segalanya. Salah satunya pendidikan. Hal ini agar bangsa Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

"(Dari) Pendidikan, lebih-lebih perguruan tinggi, harus mampu mempersiapkan. Bukan kita curang. Tidak. Kita menyelamatkan negara. Kita harus meningkatkan daya saing (lebih) tinggi. Dan pasti kita dapat. Senjatanya adalah mulai sekarang, nasionalisme, mencintai Tanah Air, mencintai produk-produk dalam negeri," ungkap Soeharto.

Sebagai informasi, Indonesia bakal menghadapi pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang akan memberlakukan perdagangan bebas untuk sektor perbankan.

Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat