Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
SDN 16 Desa Tj Peranap Meranti Disebut Bak 'Kandang Kambing', Guru-Siswa Tetap Semangat PBM
Kamis, 21 November 2019 - 08:48:47 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Kondisi bangunan gedung SDN 16 Desa Tanjung Peranap KecamatanTebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti memprihatinkan.

Padahal gedung sekolah tersebut berada persis di salah satu wilayah ring satu
Penghasian Minyak Bumi di Provinsi Riau ini.

Saking memprihatinkan, SDN ini mendapat sebutan bak kandang kambing. Sebutan seperti  itu diakui oleh Kepala Sekolah Rohana (Kepsek) yang katanya ada pihak yang melontarkan penilaian itu.

Diceritakan Rohana, sekolah yang terbuat dari papan dan beratap rumbia layaknya film Laskar Pelangi  itu berdiri sejak 2007 sebagai lokal jauh SDN 16. Sekolah itu hanya memiliki enam lokal yang dibangun swadaya olehnya dan warga desa. Sementara untuk jumlah murid tidak kurang dari 65 orang yang dididik oleh Sembilan orang guru termasuk Rohana.

"Sekolah ini pernah disebut seperti kandang kambing," ujar Rohana, lirih menceritakan suka duka mengajar di sekolah itu, Rabu,  (20/11/2019).

Rohana sebagai kepala sekolah merupakan seorang PNS, dan dibantu oleh seorang guru PNS, empat orang guru honor komite serta dua orang guru honor daerah.

Diceritakannya, perasaan amat sedih jika hujan turun. Ia bahkan melarang anak-anak untuk mengeluarkan buku sekolah, karena seisi ruangan bisa basah kuyup lantaran atap sekolah itu bocor.

Sebelum menjadi Kepsek 2015 silam, sekolah berdinding papan merah tersebut hanya memiliki empat ruangan. Berselangnya waktu, mereka terpaksa menambah tiga ruangan lainnya agar bisa masuk akreditasi. "Walupun kondisi sekolah kami sangat parah, akreditasinya sudah C," ujarnya.

Karena akreditas itu wajib, pihaknya berjuang untuk mendapatkan akreditasi sekolah. Tidak itu saja,  ia juga bersusah payah sampai  harus memecahkan celengan untuk biaya membangun dua ruang belajar dan satu unit kantor guru.

Rohana mengatakan, sudah sering berupaya mengusulkan untuk  memohon bantuan kepada pemerintah. Namun, belum yang diterima baru janji belaka. Informasi katanya, tahun 2020 depan sekolah tersebut akan menerima bantuan pembangunan ruang belajar yang baru.

"Kabarnya 2020 dibantu oleh pemerimtah pusat, tapi tak tahulah. Pasalnya sebelum ini saya juga telah sering dijanjikan hal yang sama," ungkapnya.

Walupun demikian, ia dan beberapa orang guru yang mengabdi di sekolah itu masih menaruh harapan besar jika informasi tersebut, benar.

"Mudah-mudahan benar. Kami masih berharap dibantu. Tak perlu banyak, hanya enam ruang belajar agar murid kami nyaman, dan satu ruang kantor. Tak perlu bagus asal nyaman, bersyukur sekali kami para guru," ungkapnya.

Kendati kondisi sekolah demikian, guru dan siswa tetap semangat dalam proses belajar mengajar (PBM). "Ya sejauh ini kita tetap mengajar, anak-anak juga semangat belajar," pungkasanya.

Masuk Dalam Prioritas

Mengenai kondisi SD Negeri 16 Jalan Sidodadi Dusun II, Desa Tanjung Peranap, Kepulauan Meranti dibenarkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafrizal.

"Benar, memang demikian kondisinya. Tapi kami berupaya agar itu bisa masuk dalam skala prioritas 2020 mendatang," ungkapnya.

Mengenai data sekolah total sekolah rusak di Dapodik itu juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti Misdar Efendi.

Namun ia mengaku belum bisa memastikan jika jumlah ruang belajar yang rusak di Dapodik tersebut, benar. Pasalnya data tersebut diinput langsung oleh masing masing sekolah tanpa ferivikasi Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Memang data Dapodik itu harus dievaluasi lagi. Khusus data  sarana dan prasarana  sekolah dan laporan kondisi sekolah yang real, saat ini kami masih dalam tahapan pendataan," ujarnya.

Walupun demikian, Misdar mengungkapkan jika pihaknya tetap berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Meranti. Salah satunya dalam menyediakan ruang belajar yang laik, melalui usulan dana alokasi khusus (DAK) 2020 mendatang.

"Iya, untuk mengakomodir itu kita berharap besar dari DAK. Jika 2019 ini kita terima Rp 19 milliar, mendatang bisa besar dari ini. Untuk 2020 gambarannya kita akan menerima Rp54 milliar. Saat ini masih tahap singkronisasi, dan dalam waktu dekat akan final," ungkapnya.

Diakuinya, untuk meraih bantuan dari pemerintah pusat, saat ini pihaknya masih terbentur dengan status akreditasi yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi setiap sekolah. "Ada sekolah yang belum layak, dengan kondisi ruang belajar yang rusak dan lain lain, tapi mereka telah mengantongi akreditasi B. Dampaknya, setelah diusulkan untuk mendapatkan bantuan berbaikan, usulan itu ditolak karena pemerintah pusat menilai sekolah itu layak," ungkapnya.

Sehingga, menurut Misdar untuk saat ini pihaknya masih berupaya maksimal dalam proses perubahan data yang dimaksud agar singkoran dengan kondisi di lapangan.(tmy)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat