Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Ekbis
Sebab Musabab Banyak Nasabah Terjerat Rentenir Online
Rabu, 16 Oktober 2019 - 19:53:58 WIB

SULUHRIAU- Hingga kini masih ada saja masyarakat yang terjerat dan menjadi korban pinjaman online atau fintech lending. Padahal jika teliti dan hati-hati, jeratan rentenir online bisa dihindari.

Pengacara sekaligus Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, David Tobing mengatakan kebanyakan masyarakat menjadi korban dari fintech ilegal atau yang tidak terdaftar dan berizin OJK. Meski begitu ada juga yang menjadi korban fintech legal.

"Jadi baik yang ilegal maupun legal. Tapi yang paling banyak yang ilegal. Karena yang ilegal ini bekerjanya di luar aturan OJK dan dia tidak masuk dalam asosiasi yang direstui OJK. Legal standing-nya pun nggak sesuai dengan OJK syaratkan," ujarnya dalam acara IndoSterling Forum bertajuk Jauhi Jerat Utang Fintech Ilegal di Conclave Coworking, Jakarta, Rabu (16/10/2019).


David pun menerangkan kebanyakan korban yang mengadu kepadanya rata-rata tidak mengerti dan kurang hati-hati terhadap aturan mainnya. Apalagi konsep pinjam-meminjam online saat ini perjanjiannya dibuat hanya oleh pihak pemberi pinjaman.

"Fintech ini orangnya nggak pernah ketemu saat tandatangan pun juga. Ini yang sedang trend, saking trend-nya banyak disalahgunakan pengusaha karena mereka yang menentukan semua isi kontraknya. Sementara ini konsumen terjebak dalam tanda kutip," terangnya.

Menurutnya, akar masalah dari sebab musabab nasabah menjadi korban adalah saat mendaftar di aplikasi pinjol adalah lantaran berdasarkan nafsu. Masyarakat dinilai tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Hanya karena ingin mengganti gawai, pinjam online dilanggengkan.

Kemudian ketika mendaftar, rata-rata mereka memberikan izin aplikasi untuk mengakses seluruh data yang sebenarnya tidak diperlukan, seperti akses media foto dan video hingga nomor kontak.

"Berdasarkan permen Menkominfo izin aplikasi hanya yang relevan. Apa urusannya foto kita diakses, galeri kita bisa dilihat. Apa urusannya ambil kontak. Ini masalah utama penyalahgunaan data. Bukan hanya masalah disebar tapi yang tidak relevan dia minta," tambahnya.

Penyalahgunaan data itu sering dimanfaatkan oleh oknum fintech ilegal melakukan penagihan dengan cara yang tidak benar. Misalnya melakukan intimidasi dengan menyebarkan foto nasabah hingga memberitahukan ke semua kontak nasabah bahwa dia berutang.

Kanit Tipideksus Bareskrim Polri, Kompol Setyo Bimo Anggoro menambahkan, nasabah pinjol yang menjadi korban terkadang juga malas membaca syarat dan ketentuan yang berlaku. Padahal dengan menyentuh kotak centang kecil nasabah sudah menyetujui aturan main yang dibuat pihak fintech.

"Ada satu kota kecil syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan satu klik saja itu memberikan akses untuk itu. Masalahnya masyarakat kita belum dewasa, saat terjerat dia baru melapor ke kita," tambahnya.

Ketika korban sudah terjerat lebih dalam dengan jumlah pinjaman yang sangat besar di beberapa fintech, rata-rata melakukan pengaduan ke Kepolisian. Mereka melapor dengan berbagai alasan, mulai dari intimidasi hingga pencemaran nama baik.

Nah, jeleknya nasabah yang menjadi korban adalah dengan melapor ke Kepolisian menganggap bahwa utangnya bisa hilang begitu saja.

"Dengan dia lapor, perusahaannya dia tangkap, terus dianggap utang lunas. Padahal kan ada urusan pidana dan perdata, itu berbeda," tutupnya. [dtF,Jan]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat