Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Hukrim
Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Dua Pelaku Gunakan Senjata Berupa Pisau
Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:20:36 WIB
Suasana kejadian penyerangan terhadap menkopolhukam Wiranto [Foto: Int]

SULUHRIAU- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ditusuk dua pelaku dengan menggunakan dua pelaku gunakan senjata berupa pisau.

Direktur RSUD Berkah, Pandeglang Firman mengatakan, bahwa Menkopolhukam Wiranto mengalami luka tusuk di perut kiri bagian bawah. Dia mengaku sudah memeriksa luka tersebut usai Wiranto diserang dengan senjata tajam pelaku. "Luka yang didapat itu di perut kiri bagian bawah," tutur Firman dilansir CNNIndonesia.com Kamis (10/10/2019).

Dua pelaku penyerangan dan penusukan Menkopolhukam Wiranto telah diamankan pihak kepolisian. Dua pelaku yang disebut merupakan pasangan suami istri (pasutri) masih diperiksa secara intensif oleh Polda Banten dibantu oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Kedua yakni SA alias Abu Rara dan FD. Abu Rara kelahiran Medan berusia 31 tahun tinggal di Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumut. Sedangkan FD kelahiran Brebes, Jawa Tengah, berusia 21 tahun berdomisili di Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandenglang, Banten.

Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan bahwa kedua pelaku baru tinggal di Menes, Pandenglang, Banten. "Pelaku baru dua bulan di sana (tinggal di Menes)," kata dia di RSUD Banten, Kamis, (10/10/2019).

Senjata tajam digunakan pelaku yang diamankan berupa pisau berwarna hitam dengan gagang terlilit tali merah.

Pelaku Abu Rara awalnya menusukkan pisah ke arah Wiranto, namun mengenai ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf. Setelah itu, melukai salah satu pengurus Mathla'ul Anwar bernama Fuad Syauqi.

Sementara pelaku perempuan yang ikut menerobos penjagaan berhasil dihentikan oleh Kapolsek Kasemen. Namun Kapolsek terluka akibat serangan sajam dari pelaku perempuan.

Polisi sendiri masih menelusuri jenis senjata yang digunakan pelaku ini. "Kedua pelaku membawa senjata tajam apakah berbentuk pisau atau semacam gunting yang jelas sudah dipersiapkan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Kamis.

Saat ini, pihak polisi masih terus menyelidiki oknum tertentu yang terlibat dalam penusukan Wiranto. Seperti diketahui, Wiranto ditusuk di bagian perut saat menghadiri peresmian gedung baru Mathla'ul Anwar di Menes, Pandenglang, Banten sekitar pukul 11.55 WIB, Kamis, 10 Oktober 2019 tersebut.

Wiranto saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Sebelumnya, dia sempat mendapat perawatan di RSUD Banten.  

BIN: Penusuk Wiranto Anggota JAD

Sementara itu, pasangan suami istri penyerang dan penusuk Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto sudah diamankan kepolisian dan sedang diperiksa secara intensif.

Ternyata SA alias Abu Bara dan FD  merupakan anggota Jamaah Ansharud Daulah atau JAD jaringan Bekasi.

Hal tersebut berdasarkan hasil identifikasi, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. "Kita sudah mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi," kata dia di RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (10/10/2019.

Budi menjelaskan, SA sebelumnya terdata dalam jaringan JAD Kediri, Jawa Timur. Kemudian, dia pindah ke Bogor, Jawa Barat. Usai bercerai dengan istri pertamanya, Syahril pindah ke Menes, Pandeglang, Banten.

Saat ini, sedang dilakukan pengembangan untuk menangkap jaringan JAD. Deteksi terkait jaringan itu sudah dilakukan. Penggerebekan pun sudah dilakukan polisi di Bogor, Jawa Barat.

Sementara polisi masih mendalami apakah penyerang Wiranto terkait dengan kelompok JAD Cirebon atau Sumatera. Hal itu diungkapkan Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Menurut dia, pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS. Orang yang terkena paham tersebut akan menyerang pejabat publik, terutama aparat kepolisian lantaran melakukan penegakan hukum terhadap mereka.

"Karena aparat kepolisian dan pejabat publik yang setiap saat melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut," ujarnya.

Kedua pelaku dikenal tertutup, pendiam, dan jarang bersosialisasi dengan tetangga di lingkungannya, RT 04, RW 01, Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Menurut Ketua RT 01, Mulyadi, mereka ke luar rumah cuma untuk membeli makanan dan membuang sampah.

Dia mengaku tak pernah melihat SA shalat Jumat berjamaah atau ikuti pengajian dengan warga sekitar di masjid. Kendati demikian, pakaian yang dikenakannya mengesankan dia sosok yang religius. Soal profesinya, pasangan suami istri itu pun mengaku jual pulsa dan bisnis online.

Penusukan terjadi pada Kamis 10 Oktober 2019 sekitar pukul 11.55 WIB di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja, Pandeglang. Wiranto bersama rombongan yang hendak meninggalkan Hellypad lapangan alun-alun Menes Desa Purwaraja, Kabupaten Pandeglang.


Editor: Jandri
Sumber: Viva.co.id, liputan6, CNNIndonesia.com






 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat