Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Usai 50 Tahun Pendaratan Neil Armstrong, India Luncurkan Misi Ke Bulan
Minggu, 16 Juni 2019 - 15:02:57 WIB

SULUHRIAU- Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA sedang bersiap untuk menyambut peringatan 50 tahun pendaratan Apollo 11 di bulan.

Sementara Organisasi Penelitian Antariksa India, ISRO akan meluncurkan misi ambisius pendaratan di bulan.

Seperti dilansir Space.com, ISRO akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke satelit terdekat Bumi itu. Pesawat ulak-alik ini disebut Chandrayaan-2. Dijadwalkan akan diluncurkan pada 14 Juli pukul 5:51 waktu setempat.

Baca juga: India Mau Bikin Stasiun Luar Angkasa Sendiri


Chandrayaan-2 akan diluncurkan di atas roket Kendaraan Peluncuran Satelit Geosynchronous Mark III M1 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota. Lepas landas dilakukan pukul 02:51 pada 15 Juli waktu setempat. Tidak seperti pengorbit bulan pertama Chandrayaan-1 yang diluncurkan pada 2008 lalu, kini pesawat ruang angkasa baru ini tidak akan sendirian.

Chandrayaan-2 akan mencakup pengorbit, pendarat, dan penjelajah yang akan bekerja sama untuk mempelajari bulan dari atas dan permukaannya. Chandrayaan punya arti "Hasil Kerajinan Bulan" dalam bahasa Sanskerta, dan merupakan nama proyek eksplorasi bulan ISRO yang menyeluruh. Chandrayaan-2 menjadi misi kedua dalam program itu.

Pendarat Chandrayaan-2 akan disebut Vikram untuk menghormati ilmuwan India Vikram Sarabhai, "Bapak Program Luar Angkasa India," yang meninggal pada tahun 1971, kata pejabat ISRO deskripsi misi.

Seperti yang dilansir dari Times of India, usai diluncurkan, Chandrayaan-2 akan menghabiskan waktu sekitar 16 hari untuk mengorbit Bumi, lalu menaikkan orbitnya perlahan-lahan dari waktu ke waktu sebelum menuju ke bulan. Misi ini akan menghabiskan waktu lima hari sebelum mencapai bulan, setelah itu Chandryaan-2 akan menghabiskan 27 hari di orbit bulan sebelum melepaskan pendarat Vikram.

Jika semuanya berjalan baik, Vikram akan mendarat di dekat kutub selatan bulan pada 6 September dalam apa yang dijanjikan sebagai urutan pendaratan 15 menit yang mengerikan, kata para pejabat ISRO.

"Ini akan menjadi yang paling menakutkan karena kami tidak pernah mencoba misi yang rumit," kata ketua ISRO K Sivan dalam konferensi pers 11 Juni.

Chandrayaan-2 akan membawa 13 instrumen ilmiah yang berbeda untuk mempelajari bulan. Termasuk delapan muatan pengamatan jarak jauh pada pengorbit, tiga di pendarat dan dua di penjelajah.

Salah satu muatan pendarat adalah percobaan NASA yang disebut Laser-reflektor Laser Array untuk Lunar Landers, perangkat seperti cermin yang dirancang untuk memantulkan sinyal laser yang dapat digunakan untuk menentukan lokasi pendarat dan mengukur jarak antara Bumi dan bulan. Sebelumnya, NASA menyertakan reflektor retro serupa pada pendarat bulan Beresheet Israel, yang jatuh saat upaya pendaratan di bulan gagal di bulan April.

Sebagaimana diketahui, pendaratan pertama manusia di bulan berhasil dilakukan pada 20 Juli 1969. Manusia pertama tersebut adalah Neil Armstrong. Pada 20 Juli 2019 nanti, peristiwa bersejarah tersebut akan memasuki usia 50 tahun.   

Sumber: detik.com | Editor: Jandri







 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat