Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Ustadz Somad Bukan Cawapres Prabowo
Rabu, 08 Agustus 2018 - 08:00:25 WIB

SULUHRIAU- Siapa pun yang mendambakan Ustaz Abdul Somad menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019, sepertinya sudah harus mulai memupus harapannya.

Prabowo kemungkinan akan memutuskan siapa bakal cawapres pada Rabu (8/8/2018) malam, dan bukan Somad yang akan dipilih.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8/2018), mengatakan, Prabowo sudah mendapatkan pesan dari Somad, bahwa yang bersangkutan tetap teguh memilih menjadi pendakwah.

"Sudah komunikasi, pesannya langsung ditunjukan suara UAS kepada Prabowo," kata Fadli.

Fadli mengatakan, partainya terus melakukan pembahasan untuk memastikan sosok cawapres yang akan mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019, sehingga diharapkan pada Rabu (8/8/2018) malam sudah ada keputusan.

Menurut Fadli, pihaknya sudah mengeksplorasi semua kemungkinan pasangan capres-cawapres termasuk rekomendasi dari Ijtima' GNPF Ulama.

"Pembicaraan-pembicaraan dengan partai sudah sangat jauh seperti Demokrat, PKS, maupun PAN. Besok malam (malam ini) sudah bisa kami putuskan," ujar Fadli, Selasa.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani juga sudah memberikan petunjuk kemungkinan cawapres yang dipilih Prabowo bukanlah Ustadz Abdul Somad. Somad, kata Muzani, memilih tetap menjadi pendakwah daripada menjadi cawapres.

"Ini barusan ini, kami dapat informasi dari Tanjung Pinang, beliau memilih jalur dakwah dan pendidikan, dan kalau itu betul pilihan beliau tentu saja kami sangat menghormati," kata Muzani usai rapat internal Partai Gerindra di kediaman Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Muzani mengatakan, Prabowo memang hingga saat ini belum menemui Abdul Somad secara langsung. Itu juga karena kesibukan Somad sebagai pendakwah. "Sejauh ini UAS kan jadwalnya sangat padat sehingga untuk berjumpa dengan Pak Prabowo sampai sekarang belum terjadi," ujar Muzani.

Sementara untuk memilih cawapres, kata Muzani, Prabowo juga harus terlebih dahulu berbicara dengan calon yang dipilihnya. Namun, ia menilai saat ini sudah tidak cukup waktu untuk hal tersebut. "Ya kalau itu betul kan, mestinya kenalan dulu. Ini sudah tanggal 7 malam, besok sudah tanggal 8 ya," ujarnya.

Nama UAS  mulai digadang-gadang menjadi bakal cawapres Prabowo sejak keluarnya rekomendasi Ijtima' GNPF Ulama pada akhir Juli lalu. Ia menjadi salah satu yang disorongkan kepada Prabowo selain Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. UAS  menolak rekomendasi itu, namun lobi-lobi GNPF Ulama terus dilancarkan. Termasuk saat beberapa perwakilan GNPF Ulama menemui langsung Prabowo di rumahnya pada Senin (6/8/2018) malam.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengakui, pada pertemuan itu, perwakilan GNPF Ulama dan FPI menyampaikan agar Prabowo memilih UAS sebagai cawapres. Kedatangan perwakilan GNPF Ulama ke rumah Prabowo itu setelah mereka mengadakan pertemuan dengan UAS d di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (3/8/2018).

Ustadz Abdul Somad membenarkan pertemuan dengan perwakilan GNPF Ulama itu. Dalam perjumpaan terbaru itu, lulusan S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) ini masih bertahan pada opsi menolak maju di Pilpres 2019. “(Hasil pertemuan) menekankan pilihan utama PS (Prabowo Subianto)-Habib Salim,” kata Ustadz Abdul Somad  Sabtu (4/8/2018) malam.

Menurut UAS, Ketua Majelis Syuro PKS itu lebih pantas diajukan sebagai pasangan bagi Prabowo untuk Pilpres 2019. Dia pun memberi sinyal bersedia bila suatu waktu diminta mengampanyekan Prabowo-Salim Segaf jelang pesta demokrasi tahun depan.

Bagi lulusan S-2 Darul Hadits (Maroko) tersebut, duet dua tokoh ini menyimbolkan persatuan nasional yang seimbang dalam mewakili unsur-unsur kebangsaan. Di antaranya, Prabowo sebagai sosok prajurit nasionalis, sedangkan Salim Segaf merepresentasikan ulama yang keturunan Rasulullah SAW. “Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama; (antara) Jawa dan non-Jawa, (antara) nasionalis-religius plus barokah darah Nabi SAW dalam diri Habib Salim,” sebut peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.

Beberapa pengamat politik sebelumnya telah menduga, UAS  tidak akan menjadi cawapres Prabowo. Salah satunya adalah Hendri Satrio, yang menilai peluang Somad mendampingi Prabowo kecil. Pendiri lembaga survei Kedai KOPI itu tak yakin UAS akan dijadikan pendamping Prabowo.

Pengamat lain, Refly Harun, menambahkan, Ustadz Somad dijadikan sebagai elemen kejutan (element of surprise) oleh kubu koalisi Prabowo. Dengan memunculkan Ustadz Somad ke bursa Pilpres 2019, diharapkan itu bisa mengatrol elektabilitas Prabowo yang kini masih tertinggal jauh dari Jokow.

"Jadi karena Prabowo butuh ditingkatkan elektabilitasnya, dimunculkanlah Ustadz Somad sebagai element surprise," saat menjadi pembicara dalam suatu diskusi di sebuah televisi nasional, Selasa (7/8/2018) malam.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat