Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Lucky Hakim Ngaku Ditawari Kontrak Sinetron Rp 10 M, Perindo: Hoax!
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:48:39 WIB
Sekjen Perindo Ahmad Rofiq

SULUHRIAU- Perindo menepis sempat mengiming-imingi uang sebesar Rp 10 miliar untuk Lucky Hakim hengkang dari PAN. Perindo menegaskan tidak pernah melakukan politik transaksional.

"Hoax. Perindo partai yang sangat terbuka bagi siapa saja. Yang ingin mengabdi untuk kebajikan dalam berbangsa dan bernegara silakan bergabung," ujar Sekjen Perindo Ahmad Rofiq Rabu (18/7/2018).

Dari screenshot yang beredar, Rabu (18/7), tawaran Rp 10 miliar dari Perindo kepada Lucky dalam bentuk kontrak main sinetron. Tawaran itu dibantah Perindo.

"Perindo sangat mengharamkan politik transaksional. Jadi mana mungkin Perindo menawarkan hal-hal begitu," tutur Rofiq.

Saat ini, Lucky sudah berpindah dari PAN ke NasDem. Lucky disebut-sebut ditransfer Rp 5 miliar. Namun ia sudah membantahnya.

"Ya, percakapan itu kan bisa dibuat oleh siapa pun, artinya dan grup itu siapa yang ngirim saya nggak tahu," kata Lucky saat dihubungi.

NasDem Minta Lucky tak Mengada-ada


Sementara itu, Beredar bukti pengakuan Lucky Hakim 'ditransfer' dengan dana Rp 5 miliar ketika hijarah dari PAN ke Partai NasDem. NasDem meminta Lucky Hakim tak sembarangan berbicara.

"Saya ingin beritahukan bahwa tidak ada pemberian seperti itu. Jadi saya berharap Lucky Hakim jangan mengada-ada. Kalau memang seperti itu, itu adalah menjelek-jelekkan partai dan itu adalah tidak produktif di dalam Partai NasDem," kata anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi, Rabu (18/7/2018).

Taufiqulhadi menegaskan bukti percakapan Lucky tak bisa dibenarkan. Dia menegaskan NasDem tak memberi uang ke politikus yang bergabung ke partai.

"Yang kedua percakapan itu tidak ada. Kalau ada itu adalah diralat. Dan karena tidak ada pemberian-pemberian seperti itu," ujarnya.

Soal tangkapan layar itu, Taufiqulhadi menyebut itu tak bisa dibenarkan. Taufiqulhadi menegaskan sangat tidak mungkin NasDem memberi uang miliaran rupiah seperti itu.

"Mereka itu sudah hadir itu kami akan memberikan dukungannya bukan di situ, tetapi alat peraganya nanti partai semuanya. Bukan di dalam konteks seperti itu, bukan, tidak ada uang cash," sebut Taufiqulhadi.

"Dari mana uang cash? Mereka hadir di NasDem itu dengan keyakinan mereka sendiri agar memperkuat NasDem. Dan NasDem tidak ada mahar ketika mereka masuk, bagaimana harus membayar kepada orang. Tidak ada membayar," tegas dia.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat