Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Tak Sepakat dengan Facebook, Pendiri WhatsApp Mundur
Selasa, 01 Mei 2018 - 13:01:44 WIB

SULUHRIAU- Pendiri WhatsApp Jan Koum tampaknya akan segera hengkang dari perusahaan yang ia dirikan sejak 2009 bersama Brian Acton.

Keputusannya tersebut ditengarai karena ia tidak sepakat dengan strategi perusahaan induk WhatsApp, Facebook, soal WhatsApp dan upaya mereka menggunakan data pribadi pengguna WhatsApp serta melemahkan keamanannya.

"Sudah hampir satu dekade sejak Brian dan saya memulai WhatsApp, dan ini merupakan perjalanan yang luar biasa dengan beberapa orang terbaik. Tapi sudah waktunya bagi saya untuk melanjutkan," tulis Koum di Facebook.

Menurut laporan Washington Post, Selasa (1/5), Jan Koum bentrok dengan Facebook atas upaya raksasa media sosial itu untuk menggunakan data pribadi orang dan melemahkan enkripsi WhatsApp.

Dia tidak memberikan tanggal kepergiannya dan tidak mengonfirmasi apakah dia akan bergabung dengan Acton yang telah meninggalkan WhatsApp pada bulan September untuk memulai sebuah yayasan.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengomentari status Koum, dengan mengatakan dia bersyukur atas apa yang telah Koum ajarkan tentang enkripsi dan kemampuannya untuk mengambil alih kekuasaan dari sistem terpusat dan mengembalikannya ke tangan orang lain. "Nilai-nilai itu akan selalu menjadi jantung dari WhatsApp," katanya menjanjikan.

Regulator Eropa ingin menghentikan atau membatasi rencana Facebook untuk menggunakan data pengguna WhatsApp, termasuk nomor telepon, untuk mengembangkan produk dan menargetkan iklan. WhatsApp telah menangguhkan rencana tersebut, tetapi pekan lalu mengatakan bahwa pihaknya masih ingin bergerak maju.

Acton yang merupakan alumni Stanford University dan Koum imigran Ukraina mendirikan WhatsApp bersama pada 2009. Lalu Facebook membeli layanan perpesanan itu pada 2014 seharga 19 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan saham.

Faktor utama yang membuat WhatsApp populer adalah pesan terenkripsi yang disimpan di ponsel pengguna, bukan di perusahaan. Hal ini yang membuat privasi lebih terjaga.

Manajemen WhatsApp selalu menentang iklan. Pihaknya mengatakan mereka tidak ingin hanya menjadi kliring iklan lain, di mana tim teknik menghabiskan hari mereka melakukan penambangan data.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat