Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Ditemukan Petunjuk Bentrokan Manusia dan Kungkang Raksasa Zaman Purba
Jumat, 27 April 2018 - 09:47:10 WIB

SULUHRIAU- Jejak kaki kungkang dan manusia yang jadi fosil dari zaman purba ditemukan di New Mexiko, Amerika Serikat.

Dari sini peneliti dapat petunjuk bagaimana manusia berburu hewan raksasa, yang akhirnya juga ikut akibatkan kepunahan mereka.
Dengan tinggi tubuh lebih dari dua meter, dan kaki depan yang dilengkapi cakar panjang, kungkang raksasa dari zaman purba adalah hewan yang sulit ditaklukkan dalam bentrokan dengan manusia zaman purba.

Namun para pakar sepakat, hewan-hewan itu begitu seringnya diburu sehingga akhirnya terdesak oleh manusia dan punah sekitar 11.000 tahun lalu. Kini peneliti mendapat petunjuk bagaimana cara manusia purba memburu hewan raksasa tersebut, dari sejumlah jejak kaki yang kini menjadi fosil. Tim ilmuwan AS dan Inggris itu mempublikasikan hasil penemuan mereka hari Rabu dalam jurnal Science Advances.

Mengincar mangsa dan berburu

Dalam artikel itu, para peneliti menunjukkan sejumlah jejak kungkang dan manusia, yang ditemukan di kawasan luas yang tertutup garam dan mineral di White Sands National Monument di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.

Jejak kaki yang "sangat jarang" ditemukan mengungkap bagaimana manusia menapak di atas jejak kaki kungkang raksasa, sebelum menghadapinya, dan mungkin melempar lembing ke arah kungkang dan berusaha mengenainya di bagian tubuh yang penting seperti leher atau jantung.


Jejak kungkang menunjukkan bukti ia menghindar dan berusaha mempertahankan diri, demikian ditulis para pakar. Mereka menarik kesimpulan dari jejak yang ditemukan bahwa manusia memilih korbannya, dan mereka mengganggu, mengincar dan memburu hewan yang kini punah.

Matthew Bennett, salah satu penulis laporan dan profesor pada Universitas Bournemouth di Inggris menjelaskan bahwa sejumlah informasi bisa diperoleh dari jejak kaki yang kini jadi fosil.

Ia membandingkan jejak-jejak kaki yang ditemukan dengan bagaimana orang membaca sebuah cerita. Ia menyimpulkan, manusia bekerjasama sebagai kelompok untuk membunuh hewan tersebut. "Ada yang berusaha menarik perhatiannya hewan dan ada manusia lain yang berusaha melempar lembing untuk membunuh hewan itu. Ini adalah kisah yang menarik, dan semuanya tersirat dalam jejak yang ditemukan," demikian dikatakannya dalam wawancara dengan kantor berita Reuters.

Para pakar meneliti lebih dari 100 jejak kungkang dan manusia. Di samping jejak yang menunjukkan bahwa manusia mengikuti kungkang, sejumlah jejak lainnya ditemukan di jarak lebih jauh, dan bisa jadi petunjuk bahwa sejumlah orang lainnya berada di kejauhan untuk menghalangi kungkang lari.

Sebuah bukti kunci bagi para peneliti adalah apa yang mereka sebut "failing circles". Ini menunjukkan bahwa kungka berdiri di kaki belakangnya dan berusaha menghalau para penyerang. Jika tidak ada jejak manusia, kungkang berjalan lurus, namun di mana jejak manusia ditemukan, jejak kungkang menunjukkan perubahan arah dan upaya menghindar.

Anatomi kungkang terutama berfungsi untuk menunjukkan kekuatan, bukan kecepatan bergerak. Demikian dikatakan ilmuwan Sally Reynolds, juga dari Universitas Bournemouth.

Model 3D bagi fosil

Fosil-fosil ditemukan sekitar 10 tahun lalu di New Mexico, dan berhasil dijaga keutuhannya berkat teknik pembuatan model 3D. Dari teknik ini diciptakan citra komputer yang sangat tepat. Namun asal kapan jejak-jejak kaki itu terbentuk sampai sekarang tidak jelas.

"Arsip geologi ini bisa berpotensi merevolusi pengertian kita tentang perubahan ekologi dan interaksi antara manusia dan hewan besar." Demikian ditulis peneliti dalam studi mereka.

Para peneliti percaya, penemuan mereka bisa membantu mengungkap hubungan manusia dengan hewan yang sekarang punah.

"Di masa perubahan iklim, pemangsaan (baik sukses maupun tidak) bisa juga jadi penyebab punahnya kungkang di bagian utara benua Amerika," demikian ditambahkan.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat