Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Curhat Anak "Zaman Now" soal Sulitnya UN Matematika dan Permintaan Maaf Mendikbud
Senin, 16 April 2018 - 10:54:50 WIB

SULUHRIAU- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA telah berlangsung serentak pada 9-12 April 2018.

Namun, para siswa mengeluhkan sulitnya soal UN kali ini, terutama pada mata pelajaran matematika. Menurut mereka, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi yang sudah dipelajari selama ini. "Misalnya soal matematika mengenai komposisi fungsi. Komposisi fungsi memang dipelajari di SMA. Tapi, tipe soalnya itu dibuat seperti soal SBM kalau menurutku," ujar Ersa Nur Maulana, SMA Negeri 1 Ciawi, Bogor seperti dilansir  Kompas.com, Ahad (15/4/2018).

Menurutnya, soal yang keluar lebih rumit dibanding simulasi soal yang dipelajarinya. Tak hanya soal matematika, Zahra Sesantari, siswi SMA Negeri 9 Jakarta menilai soal biologi juga sama sulitnya.

Menurutnya, sebagian besar rekannya juga mengeluhkan sulitnya soal-soal UNBK. "Memang enggak sama persis soalnya. Kalau aku kan pilihannya biologi. Tapi kalau kata temanku yang kimia, fisika dan aku yang biologi pun bilang mata pelajaran yang kami pilih itu pun susah gitu lho," sebutnya.

Ia berharap untuk ke depannya Kemendikbud RI tidak terlalu membedakan bobot soal saat simulasi dan saat ujian berlangsung. Akun Instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI @kemdikbud.ri pun menjadi sasaran para pejuang UN zaman now menumpahkan kekesalannya.

Banjir komentar salah satunya terdapat pada postingan video yang menunjukkan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy meninjau UNBK ke dua sekolah di Jakarta, Jumat (13/4/2018). 

Banyak warga net yang mengkritisi soal-soal UNBK yang dinilai tak rasional dan melenceng jauh dari yang mereka pelajari untuk UN selama ini.

"Pak 18 tahun saya hidup baru tau saya pak kalau sabun ada kepala sama ekornya. Terus ngapain kita ngitungin banyaknya nacl dalam 1 ton salju? Indonesia nggak bakal salju pak," tulis akun @karima 7599.

Ada pula akun @tharrasabe yang menulis, "pa gausah diulang lah UNBK mtk nya. percuma saya trauma itungin angklung sama semut."   "Jika hari ini hari Senin maka 1000 hari yang lalu adalah? Pak ini matematika apa sejarah, udah masa lalu itu pak move on dong," tulis akun @lenasarh.

Kemudian, akun @muhammadarvyy menulis, "Bapak Menteri, apabila ada wadah yang bocor, lebih baik kita hitung atau kita tambal? Soalnya kemarin soalnya disuruh hitung debit air yang bocor, bukannya ditambal kebocorannya, trims".

Pemilik akun @arsitarayhana menulis, "pak ngocok dadu 600 kali, bukannya dadu yang keluar tapi malah tulang yang keluar. Akun @umarhoudini juga menuliskan, "Waduh pak dadu dikocok 600 kali. Itu tangan atau blender?" "Kisi-kisi level B, soalnya level Z.... Sakit hari dedek min,"  tulis akun @na_ratnaa110.

Reaksi warga net yang tidak merasakan UNBK juga bervariasi. Ada yang penasaran dengan soal UN kali ini, hingga bahkan banyak yang sengaja mengunjungi akun Instagram Kemdikbud RI untuk membaca komentar anak zaman now yang dinilai kocak dan apa adanya.

Banyak pula yang memberikan semangat untuk adik-adik berseragam putih abu-abu itu Meski demikian, admin akun resmi Kemendikbud RI menjawab beberapa komentar mengenai sulitnya soal UNBK dengan kalimat-kalimat motivasi.

Mendikbud Minta Maaf

Mendikbud minta maaf Terkait keluhan sejumlah pihak terhadap sulitnya soal UNBK, Menteri Pendidikan pun menyampaikan permohonan maaf. "Saya minta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa mengalami kesulitan, yang sulit, yang tidak bisa ditoleransi," ujar Muhadjir, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Muhadjir mengakui, pemerintah memang menaikkan tingkat kesulitan soal UNBK tahun ini. Menurut dia, soal UNBK 2018 sudah menerapkan High Order Thinking Skills (HOTS).

Mendikbud mengatakan, HOTS diterapkan untuk mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir kritis. Hal itu dianggap penting untuk pembentukan karakter siswa. Meksi demikian, Muhadjir berjanji akan melakukan pembenahan UNBK.

"Jika masih ada ceruk-ceruk tertentu atau wilayah tertentu yang merasa kesulitan yang tidak bisa ditoleransi lagi nanti kami evaluasi secara menyeluruh," lanjut Muhadjir.

Belakangan ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial ungkapan-ungkapan yang dituliskan siswa SMA setelah menjalani ujian nasional.

Sumber: kompas.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat