Ekploitasi Anak Memperihatinkan, Plt Wako: Masalah Ini Harus Dituntaskan
Selasa, 03 April 2018 - 09:08:31 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Plt Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, SSi tidak menampik masih tingginya ekploitasi anak di Pekanbaru ini.
Bahkan, kondisi ini dinilainya sudah sangat memprihatinkan.
Hal itu disampaikan Ayat sehubungan adanya informasi terkait masalah ini, sekaligus bagaimana Pekanbaru bisa menjadi Kota Layak Anak (KLA).
Karena, Senin (2/4/2018) Ayat juga memimpin rapat tentang percepatan mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak Madya.
Menurutnya, lajunya perkembangan metropolitan yang tak pelak menimbulkan pengaruh diberbagai aspek, dapat merubah situasi kearifan lokal yang memaksakan bagi segelintir oknum untuk memanfaatkan keadaan tersebut.
"Innalillah, ini musibah yang terus menerus terjadi di tengah kita. Kasus eksploitasi anak di Kota Pekanbaru seakan seperti jamur yang tumbuh di musim semi. Saya minta OPD terkait terus lakukan penanganan dan pencegahan. Apalagi sekarang sudah dibentuk Forum Wartawan Kota Layak Anak, dan saya kira ini bisa disinergikan," ujar Plt Wali Kota.
lt Wali Kota Pekanbaru meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait menguatkan sinergi dengan Forum Wartawan Kota Layak Anak (FW-KLA) untuk bertindak cepat untuk menangani tingginya kasus eksploitasi anak di Pekanbaru.
Adanya beberapa kasus eksploitasi anak yang ditemukan di Pekanbaru. Seperti adanya anak di bawah umur yang dipekerjakan menjual koran, ada lagi, menjadi gelandang dan pengemis (gepeng) di persimpangan lampu merah Mal SKA yang mengencingi pengendara jika tak dikasih uang.
Kondisi tersebut tentu mengundang banyak spekulasi dari berbagai pihak tentang bagaimana Pemerintah Kota dapat berperan aktif dan memberi perhatian terhadap kasus ini.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan KLA Kota Pekanbaru Hendri Zainuddin, mengatakan bahwa kejadian eksploitasi dan maraknya gepeng di Kota Pekanbaru ini perlu adanya perhatian serius dari pemangku kepentingan. Seperti Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja yang setidaknya saling bersinergi menyisingkan lengan baju untuk merespon positif dan melakukan rencana aksi.
"Dari kacamata media, kasus ini seperti kasus yang tidak lagi klasik, artinya jika ada komitmen kuat bisa diatasi. Apalagi, ada beberapa kota di Indonesia ini justru mendpat prediket sebagai kota nyaman bagi anak.
Dan masalah anak ini, sudah sering digaungkan. "Jadi, persoalannya sekarang adalah aksi dan langkah nyata. Nah, kami dari Forum Wartawan KLA mendukung dan membantu agar persoalan ini dapat diselesaikan. Namun kami juga perlu ada sinergi dari OPD Pemko dalam mengambil penanganan dan langkah-langkah pencegahan. [yas,kmf]
Komentar Anda :