Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
HRW Kutuk Perintah Duterte Tembak Kelamin Pemberontak Perempuan
Rabu, 14 Februari 2018 - 09:55:19 WIB

SULUHRIAU, Manila - Human Rights Watch (HRW) kutuk pernyataan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte karena mengatakan bahwa tentara harus menembak pemberontak komunis perempuan di alat kelaminnya guna membuat hidup mereka "tidak berguna".

Human Rights Watch mengatakan komentar Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pekan lalu itu adalah pernyataan terbaru dalam "serangkaian pernyataan misoginis, menghina dan merendahkan perempuan" yang menurut mereka mendorong untuk melakukan kekerasan seksual selama konflik bersenjata.

Dalam sebuah pidato panjang sebelum pemberontak komunis menyerah, Duterte berbicara tentang kesia-siaan pemberontakan mereka selama puluhan tahun dan bagaimana pemerintah dapat membantu mereka kembali ke kehidupan normal. Duterte bertanya mengapa bahkan perempuan bergabung dalam pemberontakan itu dan meninggalkan keluarga mereka.

Transkrip resmi menghilangkan umpatan

Pernyataan Duterte pada 7 Februari lalu ditujukan kepada milisi perempuan dari Partai Komunis Filipina yang melakukan perlawanan sejak tahun 1968. Rekaman pernyataan itu kemudian beredar di masyarakat.

Di hadapan massa Duterte pidato mengacu pada perintah yang pernah ia berikan saat masih menjadi walikota di Davao City.

Pada satu titik, katanya tanpa menjelaskan lebih jauh, "Katakan kepada para prajurit. Ada perintah baru datang dari walikota. Kami tidak akan membunuhmu. Kami akan menembak alat kelaminmu. ….Bayangkan saja sehingga ... jika tidak ada vagina, pasti begitu tak berguna." Ucapan tersebut disambut tawa penonton.

Duterte berbicara dalam dialek Bisaya (Visayan). Transkrip resmi dari Pidato presiden yang dikeluarkan oleh pemerintah menghilangkan kata "vagina" dan umpatan-umpatan dari ucapannya.

Sering komentar Duterte sarat bermuatan seks, Duterte pun telah mengakui cara kasarnya tapi banyak orang Filipina yang menerimanya. Juru bicara presiden Harry Roque meminta agar pernyataan Duterte memang serius, tapi jangan secara harfiah.

Pemerintah Barat dan organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan tindakan kerasnya terhadap obat-obatan terlarang, yang telah menyebabkan ribuan orang yang diduga terkait meninggal dunia. Dia mengecam para kritikus, termasuk Pemerintah Eropa, yang dia katakan pada Senin "pergi ke neraka" saat memberlakukan persyaratan bantuan keuangan.

Duterte mengatakan bahwa dia telah memberi tahu pejabat Eropa bahwa dia tidak akan hadir pertemuan antara para pemimpin Asia Tenggara dan Eropa mendatang. "Mereka mengatakan bahwa saya bermulut yang buruk, memang benar, mereka bilang itu saya bukan negarawan, tidak cocok untuk presiden, dan itu benar," demikian Duterte mengatakan hal tersebut dalam sebuah pidato hari Senin (12/02).

Steve Rood, seorang analis politik yang berbasis di Manila, mengatakan banyak orang Filipina suka gaya Duterte yang tidak kuno dan pesonanya saat dia berbicara dengan mereka dengan cara yang intim, seolah-olah pidatonya tidak akan disiarkan. Survei publik baru-baru ini menunjukkan kepuasan warga atas pemerintahan Duterte.

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat