Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Hukrim
Cerita Pilu Istri Saat Suami Jemput Anaknya untuk Dibunuh
Senin, 08 Januari 2018 - 10:23:34 WIB

SULUHRIAU- Karis Yunita (18) menerawang, sesekali dia menghapus lelehan air mata dengan jilbab hitam yang dipakainya.

Ibunda almarhum bayi 14 bulan bernama Kaisar Alfikar ini tidak menyangka suaminya M Taufik tega menghabisi nyawa putra semata wayangnya itu.

Karis mengaku ancaman pembunuhan terhadap Kaisar sering di lontarkan pelaku sejak dia memutuskan bekerja di Batam, Kepulauan Riau. Namun dia menganggap ancaman itu hanya gertakan, karena menurutnya sesadis-sadisnya harimau tidak akan melukai anaknya sendiri.

"Dia ngancam suruh saya pulang, dia juga sering minta di transfer uang. Kalau saya enggak menanggapi dia ngancam mau bunuh Kaisar," lirih Karis kepada sejumlah wartawan di rumah duka, Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (8/1/2018).

Karis kemudian menceritakan saat suaminya menjemput Kaisar pada Kamis (4/1/2018) lalu. Pelaku yang tinggal di Cirebon ini sempat mendatangi kediaman orang tua Karis dengan alasan kangen anak.

"Kaisar kan tinggal sama kakek dan neneknya, sementara dia tinggal di Cirebon. Hari itu dia datang dan bilang mau menengok anak, sorenya dia pamit bawa Kaisar katanya mau ngajak jajan makanan," ujar Karis.

Beberapa jam berlalu, pelaku dan korban tidak kunjung pulang. Bahkan kakek korban sempat mencari ke minimarket terdekat namun korban dan pelaku tidak ditemukan. Sampai akhirnya selang beberapa jam kemudian pelaku memberi kabar jika posisinya berada di Tol Bekasi arah pulang ke Cirebon.

Hal itu juga disampaikan Iwan (45), kakek korban. Dia mengaku sempat mencari dan menghubungi ponsel pelaku namun tidak di respons. "Kamis malam dia baru jawab katanya di tol mau pulang ke Cirebon bawa Kaisar. Saya mikirnya ah dibawa sama bapaknya ini, taunya malah tega ngelakuin itu," sesal Iwan.

Iwan bahkan mengaku sempat meminta istrinya (nenek korban) untuk memberi makan menantunya, saat itu tidak terbersit sedikitpun pikiran jika pelaku berniat jahat terhadap cucunya. "Saya posisinya sedang bekerja, saya minta istri saya buat nyiapin makan. Tidak ada pikiran apapun kalau dia sampai tega mau ngapa-ngapain cucu saya," ujarnya.

Nasi menjadi bubur, Taufik tega menghabisi nyawa putra kandungnya sendiri pada Sabtu (6/1/2018). Sehari sebelumnya ancaman yang sama sempat dilontarkan kepda Karis.

"Dia ancam mau bunuh Kaisar jika saya tidak transfer dan pulang dari tempat kerjaan, saya saat itu sempat curhat ke teman namun semua berpikir ah itu hanya gertakan saja. Tahunya dia benar-benar ngelakuin itu," ujar Karis.

Kaisar tewas setelah diracun oleh Taufik ayah kandungnya sendiri, susu bercampur racun tikus diberikan taufik kepada putranya sampai akhirnya ajal datang menjemput. [dtc, Jan]




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat