Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Setelah Kalah Voting, AS Pangkas Anggaran untuk PBB
Rabu, 27 Desember 2017 - 13:09:40 WIB

SULUHRIAU, Washington-  Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengurangi anggaran untuk Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) secara signifikan untuk tahun anggaran 2018-2019.

Kebijakan ini ditafsirkan sebagai desakan lebih lanjut dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang ingin menggiring pengambilan keputusan di badan internasional tersebut sesuai kehendaknya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan saat musim liburan ini, misi AS untuk PBB mengatakan, anggaran tahun depan akan dikurangi sekitar lebih dari 285 juta dolar AS. Pengurangan yang tidak ditentukan juga akan diberlakukan pada manajemen dan tunjangan jabatan PBB.

Namun, tidak dijelaskan keseluruhan anggaran atau menentukan dampak penurunan dari kontribusi AS.

"Kami tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan," kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, dikutip the Guardian, Rabu (27/12).

Dia mengatakan bahwa selama ini PBB terkenal dengan inefisiensi dan terlalu menghambur-hamburkan anggaran.

Dalam pernyataannya, Haley mengaku senang dengan hasil negosiasi anggaran, dan mengatakan misi AS akan terus mencari cara untuk meingkatkan efisiensi PBB sekaligus melindungi kepentingannya.

Momentum pengumuman tersebut menyiratkan pesan yang jelas. Pada Kamis (21/12), Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara dengan hasil 128-9 yang mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Usai pemungutan suara, Haley mengingatkan majelis bahwa AS merupakan penyumbang terbesar PBB.

"Dan kami akan mengingat pemungutan suara ketika kami dipanggil sekali lagi untuk membuat kontribusi terbesar di dunia kepada PBB, dan kami akan ingat ketika banyak negara memanggil kami, seperti yang sering mereka lakukan, untuk membayar lebih dan menggunakan pengaruh kami untuk keuntungan mereka," kata Haley.

Sebelum pemungutan suara, Trump mengatakan dalam sebuah rapat kabinet, "Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak peduli. Tapi ini tidak seperti dulu di mana mereka bisa memilih melawan Anda dan kemudian Anda membayar mereka ratusan juta dolar. Kita tidak akan dimanfaatkan lagi."

Berdasarkan Piagam PBB, AS bertanggung jawab atas 22 persen dari anggaran operasional tahunan organisasi tersebut. Jumlah itu mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2017-2018 dan 28,5 persen dari biaya operasi pemeliharaan perdamaian yang diperkirakan mencapai 6,8 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Sumber: Republika.co | Editor:  Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat