Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Dewi Angkat Nama Bengkalis atas Olahan Biji Getah Jadi Kerupuk dan Mesin Pemecah
Minggu, 19 November 2017 - 10:44:40 WIB
Dewi Melinda, S.Pd,

SULUHRIAU, Bengkalis- Karet alias getah dengan nama ilmiah hevea brasilinsis memiliki banyak manfaat untuk ekonomis. Namun, tidak semua orang tahu nilai ekonomisnya tidak hanya pada 'susu' batanya (getah).

Bagi masyarakat di Sumatera, terkhusus di Provinsi Riau, lebih khusus lagi Kabupaten Bengkalis sebagian punya kebun karet dan bahkan banyak juga bahkan berprofesi sebagai penakek/penyadap karet.

Karet sempat mengalami kejayaaan, namun kini harga getah tidak lagi mempesona. Meskipun demikian, tidak menyurutkan petani menakek batang getah setiap pagi. Yang penting  bagi petani, “susu” dari batang getah terus mengalir dan menetes.

Ternyata tidak hanya persoalan harga, petani akan menghadapi waktu libur tetap, sehingga harus menggantungkan pisau sadap di batang karet. Atas fenomena tersebut, seorang perempuan asal Bengkalis Dewi Melinda, S.Pd, terketuk untuk mencarikan solusi terbaik, supaya petani tidak terkutat dengan susu getah saja. Sebab, tidak hanya “susu”-nya saja bisa dimanfaatkan, ada bagian lain yang selama ini terabaikan, bila diolah mendatangkan rupiah.

Yakni, biji getah alias biji karet, atau sebagian masyarakat Bengkalis menyebutnya buah para. Berawal ketika datang ke kebun karet milik orang tuanya, Putri dari pasangan Janawiyanto alias Heri dan Iis Sugiarti alias Tutik ini, menyaksikan biji getah berserakan, tidak ada yang pedulli. Kalaupun ada yang mengutip, hanya segelintir saja, itupun sebagai bibit cantuman (getah kawin).

Lantas lulusan Jurusan Sejarah, FKIP Universitas Riau ini, berpikir menjadikan biji getah bernilai ekonomis. Bersama sang ibu, Dewi mengutip biji getah ini, untuk diolah  menjadi panganan atau cemilan, yang kelak bernilai ekonomis.

“Awalnya, bingung mau diolah jadi apa. Lantas muncul ide, membuat kerupuk biji getah (buah para),” ujar guru pelajaran Sejarah dan Pembimbing UMKM KIR Al Banna, MAN 1 Bengkalis ini.

Dengan tekad dan kemauan yang kuat untuk mengolah biji getah itu menjadi bahan baku panganan. Untuk mengolah biji getah ini, Dewi mengajak anak didiknya yang tergabung dalam UMKM KIR Al Banna MAN 1 Bengkalis, sebagai pelajaran tambahan alias ekstra kurikuler. Mulai dari membuka cangkang, memisahkan dagingnya dan merebus.

Setelah mengetahui rasa dan kelezatan kerupuk biji getah yang diolah, membuat anak pertama dari dua bersaudara ini semakin tertantang menambah varian lainnya dari biji getah ini. Mulai dari sambal balado biji getah, coklat biji getah, biskuit biji getah bahkan pakan ternak ayam dan ikan.

Tidak sampai di situ, agar temuannya diterima masyarakat dan memenuhi strandar kesehatan maupun halal. Dewi mau tidak tinggal diam, dara Desa Berancah, Kecamatan Bantan ini, terus putar otak, agar temuannya bisa dikonsumsi khalayak ramai.

Lantas mendaftarkan panganan dari biji getah kepada pihak terkait. “Alhamdulillah, sudah dinyatakan lulus uji Puskesmas, sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam waktu dekat BPOM akan segera turun ke MAN 1 Bengkalis,” tandas Dewi.

Agar temuannya dalam mengolah panganan biji getah semakin dikenal, pada bulan Agustus 2017 Dewi bersama anak muridnya mengikuti lomba inovasi yang ditaja Balitbang Bengkalis.
Berkat kesungguhannya, di ajang itu Dewi dengan produk DewRA Paragu memperoleh nominasi 5 besar sebagai guru pembimbing siswa dalam inovasi.

Berbekal nominasi lima besar itu, pada 11 November 2017, Dewi dibantu sang mama Iis Sugiarti alias Tutik, ikut perlombanaan inovasi pengelolaan panganan berbahan baku ungulan lokal Riau di Balitbang Provinsi Riau.

Dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, di hadapan sang juri, Dewi bersama sang mama, memperagakan pembuatan cemilan dengan nama DewRa biskuit Paragu. Makna dari DewRa adalah Dewi mengolah buah para (biji getah), Paragu gabung dari buah para dan sagu.

Berkat kesabaran, mengolah biji getah ini, Sabtu 11 November 2017, DewRa mampu menyisihkan para inovator pangan se-Provinsi Riau bahkan dari Kota Solo, Jawa Tengah. DewRa berhasil meraih juara kedua, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di kancah provinsi.

“Awalnya tidak percaya, karena peserta dari seluruh Provinsi Riau bahkan dari Solo Jawa Tengah. Juara satu dari kueh kering ikan patin dari Bagian Gizi Pekanbaru. Tapi nyatanya Dewi dinyatakan sebagai pemenang juara dua pada lomba bergengsi tingkat Provinsi Riau,” ungkapnya.

Kerja kerasnya semakin memperkenalkan produknya. Terbukti, sejak saat itu, beberapa instansi memesan produk DewRa untuk dipasarkan. Mulai dari Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kadin Provinsi Riau sudah memesan. Rencananya, pihak Kadin Provinsi Riau akan memasarkan DewRa di Bandara Sultan Syarif Kasim di Pekanbaru. “Alhamdulillah, produk panganan dari biji getah mulai gemari,” katanya.

Saat ini, Dewi dan kawan-kawan menampung biji getah dari petani dengan harga Rp3.000 per kilogram untuk bahan baku. Dakui saat ini, biji getah yang dibeli dari petani belum banyak, karena masih terbentur modal.

Untuk memudahkan kerja dalam mengolah biji getah, Dewi bersama tiga anak didiknya, M Razip, Surya Maulana dan Sahrudin menciptakan mesin pemecah biji getah. Memanfatkan Sanyo, mesin buatannya sudah sangat membantu dalam memecah biji getah. Nama mesin temuannya, dilebeli Mrs UD. Dewlateks, merupkan gabungnan nama dari M Razip, Surya Udin dan Dewi temuan biji getah. [Rls, Editor: Jandri]
Baca Juga:




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat