Kerap Terjadi Kenaikan Signifikan,
Pemrov Riau tak 'Gubris' Biaya Transpotasi Cabe untuk Tekan Harga
Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:20:41 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Kerap terjadinya pelambungan harga cabe merah di Pekanbaru dan Riau umumnya, menjadi momok bagi masyarakat terhadap kebutuhan ini.
Sayangnya, sejauh ini belum menunjukkan adanya formula atau solusi yang tepat mengobati 'penyakit kambuhan' harga cabe ini di Pekanbaru.
Saat ini, harga cabe merah di Pekanbaru masih bertengger di Rp50.000 per kilo gram, dari harga normal di bawah Rp24.000 per kilo gram.
Namun, menurut Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman sebenarnya ada skema untuk menstabilkan 'pedasnya' harga cabe itu ketika ada faktor-faktor yang mempengaruhi naiknya harga cabe.
Salah satu caranya kata Mas Irba, perlu adanya anggaran biaya transportasi dari central pengambilan cabe untuk kebutuhan di Pekanbaru atau Riau.
Misalnya cabe diambil dari Centra Cabe Bukit Tinggi, pemerintah mestinya menganggarkan biaya tranprotasi dari Bukit Tinggi itu hingga ke Pakanbaru atau ke daerh lain, sehingga tidak terjadi penggelambungan harga karena berbagai 'permainan' dalam pemasukan stok cabe ini.
Dikatakan, harga cabe misalnya di Centra Bukit Tinggi hanya Rp14.000 per kg. Jika pemerintah menganggarkan biaya transportasi ini akan membuat harga cabe murah atau stabil.
"Nah, kita dalam rapat-rapat TPID, sudah pernah menyarankan ke Pemrov Riau perlunya biaya anggaran transportasi dari centra cabe ke daerah Riau, seperti ke Pekanbaru, namun sejauh belum diakomodir oleh pihak Pemrov Riau," ujar Irba, Rabu, (18/10/2017) kepada Suluhriau.com.
Ia menambahkan, kebutuhan cabe di Pekanbaru sekitar 5 ton per hari, dan diperkirakan kebutuhan cabe di Riau sekitar 50 ton per hari. Untuk Pekanbaru, sekitar 80 persen dipasok dari daerah luar.
Biaya tranportasi tersebut kewenangan Pemrov Riau, karena pasokan dari luar. Jika biaya ini ada, kemungkinan besar tidak akan terjdi permainan harga yang tinggi. Sebab, harga yang tinggi ini, karena dipengaruhi banyak faktor dari biaya yang dikeluarkan pihak yang memasok cabe ini.
Sebenarnya, jika dilakukan dengan skema yang baik, maka harga cabepun tidak akan sampai Rp50.000 per kg sampai di Pekanbaru kalau hanya didatangkan dari Sumbar. "Tapi karena sudah banyak tangan, biaya ini biaya itu, inilah yang mendongkrak harga cabe itu bisa lebih mahal seperti yang kerap terjadi ini.
Sebelumnya, Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dari BI juga kesulitan mengendalikan harga cabe merah yang mengalami lonjakan signifikan.
Sejauh ini tengah dilakukan upaya pengendalian dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.
Ketua tim Advisory dan pengembangan ekonomi kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Irwan Mulawarman mengatakan, TPID Riau masih mencari formula untuk mengendalikan kenaikan harga cabai merah. Sejauh ini beberapa upaya yang dilakukan TPID belum berhasil. [yas]
Komentar Anda :