Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Melawan Taksi Online Seperti Berhadapan Dengan Hantu
Minggu, 08 Oktober 2017 - 16:44:44 WIB

SULUHRIAU- PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengakui anjloknya kinerja perusahaan salah satunya disebabkan persaingan dengan transportasi online.

Direktur Independen Express Transindo Utama atau taksi Express, Safruan Sinungan mengatakan, hal yang paling berat bersaing dengan taksi online lantaran pemerintah belum adanya kebijakan yang bisa mengaturnya. Sementara Express sebagai perusahaan taksi konvensional harus mengikuti peraturan yang ada.

"Angkutan yang resmi itu kan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Seperti UU 22 tahun 2009 dan peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2014, ditindak lanjuti teknisknya dengan peraturan menteri. Ada lagi Perda di level provinsi ditentukan kuota dan tarif. Kita tidak bisa tentuin tarif tanpa ada persetujuan pemerintah," tuturnya dilansir dari detikFinance, Minggu (8/10/2017).

Ia menambahkan, perusahaan angkutan resmi juga diwajibkan untuk memakai atribut kendaraan umum. Ditambah dengan logo dan desain perusahaan haru tertera agar terciri di jalan.

BACA JUGA:  Siapa Sebenarnya Pemberi Izin Operasional Transportasi Daring

"Kemudian kita juga harus uji KIR. Itu kewajiban amanat UU dan pemerintah. Kalau enggak kita dikandangin," imbuhnya.

Semua peraturan itu pun tak berlaku untuk taksi online. Mereka bebas menetapkan tarif dan bisa beroperasi tanpa atribut pengenal layaknya mobil pribadi. Safruan merasa seperti bersaing dengan hantu apalagi tarifnya jauh lebih murah.

BACA JUGA:  Pemko Rapat Teknis, Lampu 'Hijau' Bagi Angkutan Online Pekanbaru

BACA JUGA:  Seluruh Taksi Konvesional Demo ke DPRD Pekanbaru, Ini yang Mereka Tuntut

"Sekarang berhadapan kendaraan pribadi, plat hitam yang enggak jelas. Kita seperti berhadapan sama hantu. Pertanyaannya, begitu luar biasa tarif murahnya. Kalau hitungan cost ini enggak masuk akal," tambahnya.

Menurut Safruan sampai kapanpun perusahaan taksi konvensional tidak akan mampu bersaing dengan taksi online, jika pemerintah tidak membuat peraturan untuk mengaturnya.

"Dengan situasi sekarang ini, sehebat apapun perusahaan, manajemen terbaik apapun akan hancur. Karena tidak mungkin kita bersaing dengan perusahaan yang mereka tidak jelas tarifnya," tandasnya.

Sekadar informasi, hingga kuartal III-2017 Express telah menjatuhkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 400 karyawan supportnya. Perseroan juga menjual aset-aset yang tidak terpakai dengan total luas 14,5 hektare (ha) untuk membayar utang kepada BCA yang saat ini nilainya sebesar Rp 454,9 miliar. [dtc]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat