Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Great Firewall, Teknologi Sensor China yang Blokir Whatsapp
Selasa, 26 September 2017 - 09:49:56 WIB
Ilustrasi, Tembok Besar China. Secara virtual, China juga memblokir akses internet di negaranya dengan teknologi Great Firewall, istilah yang diambil dari bangunan ternama di China, Great Wall. (dok. Thinkstock/Hung_Chung_Chih

SULUHRIAU- "Great Firewall" adalah istilah yang umum digunakan dalam sistem sensor internet di China.

Ini adalah bagian dari Proyek Perlindungan Emas (Golden Shield Project) atau dikenal juga Proyek Keamanan Kerja Nasional untuk Informasi Publik (National Public Security Work Informational Project) pemerintah negeri tirai bambu itu.

Proyek ini berisi usaha legislasi dan teknologi digunakan untuk meregulasi internet. Great Firewall adalah salah satu cara dari sisi teknologi. Ia akan memblokir situs asing, aplikasi, media sosial, VPN, email, pesan instan, dan sumber online lain yang dianggap tidak pantas atau menyerang pemerintah.

Mulai dari konten porno, kekerasan, hingga materi politik yang sensitif kena jerat firewall ini. Konten politis berbau demokrasi dan menyoroti hal negatif dari Partai Komunis di China bakal diblokir.

Media sosial asing juga akan kena sensor jika mereka tak menyetujui persyaratan aturan dan hukum pemerintah China. Pemerintah China ingin agar mereka bisa mengawasi dan menyensor konten yang beredar di media sosial itu.

Alasan ini pula yang melatari mengapa Whatsapp akhirnya diblokir. Enkripsi end-to-end Whatsapp dinilai merepotkan. Karena enkripsi ini membuat pemerintah China tak bisa mengintip pesan yang dikirimkan lewat Whatsapp.

Berbagai teknologi dikombinasikan oleh pemerintah dan perusahaan internet lokal. Mulai dari filter kata kunci, daftar hitam alamat IP, DNS poisoning, packet inspection, hingga sensor manual, demikian dijelaskan dalam situs Great Firewall of China. Lewat situs ini pula, pengguna bisa mengecek apakah situs mereka bisa diakses di China daratan atau tidak.

Great Firewall of China mengarahkan seluruh traffic internasional secara virtual lewat sejumlah poin akses. Poin akses ini berisi server pemerintah yang akan memfilter traffic tersebut, seperti ditulis Sciencemag.

Selain pemblokiran, cara lain untuk membungkam pengguna adalah dengan mencekik akses internet ke suatu layanan atau situs. Dengan kecepatan internet yang begitu lambat, maka pengguna pun pelan-pelan tak lagi menggunakan layanan itu dan memilih layanan yang lebih nyaman digunakan, demikian dilaporkan The New York Times.

Tentu saja layanan yang lebih nyaman digunakan itu sudah memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah China, yaitu bisa diawasi konten yang berseliweran di dalamnya. 

Sumber: CNN Indonesia.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat