Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
2.600 Rumah Dibakar di Rakhine, Warga Rohingya Mengungsi
Minggu, 03 September 2017 - 12:55:03 WIB
Warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh dengan jalan kaki (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

SULUHRIAU, Jakarta - Lebih dari 2.600 rumah dibakar habis di wilayah Rakhine, Myanmar, yang banyak ditinggali etnis minoritas muslim Rohingya. Militer Myanmar menyalahkan militan lokal Rohingya atas pembakaran itu, namun organisasi HAM internasional menuding militer Myanmar yang bertanggung jawab.

Sejauh ini, badan pengungsi PBB UNHCR melaporkan, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh.

Konflik itu dipicu bentrokan antara militer Myanmar dengan militan lokal yang disebut sebagai Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap sejumlah pos keamanan Myanmar di Rakhine.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (3/9/2017), otoritas Myanmar menyalahkan ARSA atas aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine itu. Militer Myanmar menegaskan pihaknya menggelar operasi militer di Rakhine untuk memusnahkan ARSA.

"Total 2.635 rumah dari desa Kotankauk, Myinlut dan Kyikanpyin dan dua distrik di Maungtaw dibakar habis oleh teroris ekstremis ARSA," sebut surat kabar nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar, dalam laporannya.

Namun keterangan sejumlah besar warga Rohingya yang berhasil kabur ke Bangladesh, menyebut aksi pembakaran dan pembunuhan di Rakhine didalangi oleh militer Myanmar sendiri. Menurut warga Rohingya, hal ini dilakukan untuk mengusir mereka keluar dari Rakhine.

Keterangan warga Rohingya ini didukung oleh analisis citra satelit yang diteliti oleh organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW). Dalam pernyataannya, HRW menegaskan, pasukan keamanan Myanmar dengan sengaja melakukan pembakaran di Rakhine.

"Citra satelit terbaru menunjukkan kehancuran total sebuah desa muslim dan memicu kekhawatiran serius terhadap level kehancuran di negara bagian Rakhine bagian utara yang mungkin jauh lebih buruk dari yang diperkirakan," ucap Wakil Direktur HRW untuk Asia, Phil Robertson.

Perlakuan tak manusiawi terhadap warga Rohingya, yang jumlahnya dilaporkan mencapai 1,1 juta orang, menjadi tantangan terbesar pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Kritikan dari banyak negara menghujani Suu Kyi yang dianggap diam saja dan tak membela minoritas di negaranya. 

Sumber: detik.com | Editor : Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat