Terus Melorot, Ini Kondisi Produksi Minyak Bumi Riau 4 Tahun Terakhir
Jumat, 28 Juli 2017 - 20:10:24 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Produksi minyak bumi Riau selama empat tahun belakangan terus mengalami penurunan akibat produkitvitas yang dikurangi untuk menghindari resiko kerugian biaya produksi.
Ini tidak lepas dari pengaruh akibat penurunan harga minyak dunia. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Syahrial Abdi mengakui, dari delapan kabupaten/kota penghasil minyak di Provinsi Riau, tiga daerah sangat bergantung terhadap dana bagi hasil (DBH) dengan kontribusi lebih dari 63 persen yaitu Bengkali, Siak dan Rokan Hilir (Rohil).
Data lifting tersebut merupakan rill time yang dapat diakses setiap saat, karena Pemrov Riau sudah mendapat password untuk mengakses lifting minyak bumi riau yang diproduksi setelah diberi akses satuan kerja khusus minyak dan gas (SKK Migas).
Data Distamben Riau tahun 2013, produksi barel bagian total lifting (BBTL) terdapat 126.556.611,67 barel, tahun 2014 turun menjadi 119.433.077,73 barel, tahun 2015 turun menjadi 111.064.878,01 barel, tahun 2016 turun lagi menjadi 98.892.755,91 barel.
Sedangkan semester pertama tahun 2017, produksi minyak bumi di Riau baru mencapai 21.862.029,44 barel. Produksi minyak pada semester pertama tahun ini di Riau sebagian besar dihasilkan kontraktor kontrak kerja sama (KKS) PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang mengelola blok Rokan.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Sumbagut, Rudi Fajar, mengaku Riau tidak dibebani khusus untuk mencapai target produksi migas pada tahun ini, karena pemerintah mematok targert secara nasional, yaitu dalam APBN 2017, target minyak siap jual (lifting) sebesar 815 ribu barel per hari. [slt]
Komentar Anda :