Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Patut Dicatat Bagi Pembudidaya,
Sepuluh Fakta Wabah Virus Tilapia pada Ikan Nila
Selasa, 04 Juli 2017 - 09:48:22 WIB
Kolam Ikan Nila yang diusahakan oleh warga Sentajo, Kuantan Singingi Riau (foto Suluhriau.com)

SULUHRIAU- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memberikan peringatan pada pembudidaya ikan akan bahaya wabah Tilapia Lake Virus (TiLV) atau virus Tilapia pada ikan nila pada Senin (3/7/2017).

Peringatan ini bukanlah yang pertama. Pada April lalu, KKP melalui Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) KKP juga pernah merilis siaran yang menyebutkan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP telah mengeluarkan larangan tentang impor ikan nila dari negara terkena wabah pada 6 April 2017.

Dua pekan setelahnya, 21 April 2017, BKIPM memperkuat larangan itu dengan memerintahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan untuk melakukan tindakan penolakan terhadap impor ikan nila (hidup/mati) yang berasal atau transit dari negara-negara yang disebutkan telah terkena wabah.

Apa dan bagaimana sebenarnya Tilapia Lake Virus ini? Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut sepuluh fakta awal mengenai virus pada ikan tersebut:

1. Tilapia Lake Virus (TiLV) pertama kali teramati di Israel pada 2009. Gejalanya, terjadi penurunan panen ikan nila, dari empat tahun sebelumnya 300 ton menjadi 8 ton.

2. Pada awalnya tidak diketahui jenis virus yang melanda ikan, sampai penyakit yang sama muncul di perikanan Ekuador, Mesir, Kolombia dan Thailand. Pada Juni 2017 lalu, Taiwan, dilaporkan menjadi negara ke-enam yang terkena virus ini.

3. Penyebabnya Orthomyxo-like virus, genus baru dari family Orthomyxoviridae. Virus ini bereplikasi di inti dari sel ikan. Hidup di perairan tawar dan payau.

4. Stadium rentan ada pada benih. Dilaporkan 90 persen kematian terdapat pada benih nila merah umur 1 bulan pasca tebar di pembesaran, sisanya pada ikan dewasa.

5. Virus ini masih baru dan perkembangan serta penyebaran virus terus diperbaharui setiap tahun. Vaksin yang digunakan untuk pencegahan maupun pengendaliannya masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.

6. Ciri-ciri ikan yang terkena virus Tilapia yakni tubuh menghitam, erosi pada kulit, pembengkakan rongga perut, dan pembengkakan dan katarak pada mata.

7. Penyebaran penyakit ini bisa melalui air atau kontak antar ikan. Dalam satu atau antar kolam, wabah TiLV bisa menyebabkan kematian hingga 80-100 persen.

8. Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan sejumlah rekomendasi di antaranya uji diagnostik ikan untuk TiLV, karantina dan monitoring ikan, serta respon tanggap darurat berupa penahanan hingga eradikasi bila positif TiLV.

9. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu) telah menerbitkan surat pemberitahuan atau peringatan akan waspada nila dari negara terjangkit dengan menolak impor nila dan melakukan pengecekan laboratorium pada nila impor.

10. Hingga saat ini belum ada laporan hubungan penyakit ini dengan kesehatan manusia dan isu terkait konsumsi nila terinfeksi dari berbagai negara.

Sumber: CNNIndonesia.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat