Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Sesalkan Guru Adukan Soal TPP ke DPRD, Disdik Riau: TPP Bukan Hak Melainkan Bantuan
Kamis, 11 Mei 2017 - 14:40:15 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Riau menyesalkan sikap guru yang mengadukan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ke DPRD Riau.

Apalagi dengan pengaduan tersebut diduga masuk ranah politis (dipoltisasi) seolah-olah ini kesalahan Gubernur Riau  H Arsyadjuliandi Rachman.

"Perlu kita klarifikasi dan pahami bersama dengan pikiran yang jernih bahwa TPP itu bukanlah hak. Yang menjadi hak kita selaku ASN itu adalah gaji," ucap Kepala Bidang Data dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Riau Ahyu Suhendra kepada sejumlah media pada Kamis (11/5/2017) di Pekanbaru.

Kendati bukan hak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tetap memberikan TPP kepada guru-guru yang sekarang berada di bawah kewenangan Pemprov Riau, tapi tentu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

"Sekarang dengan berlakunya UU 23/2014 tentang Pemda khususnya tentang pengalihan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, kini ada 8 ribu lebih guru yang harus dibayar gaji dan TPP-nya oleh provinsi. Provinsi tentu harus memikirkan dan mempertimbangkan kemampuan keuangan dan adanya pemerataan," ulas Ahyu.

Ahyu menegaskan bahwa Gubri H Arsyadjuliandi Rachman tidak bisa dipersalahkan jika terjadi pengurangan terhadap TPP guru-guru sekolah binaan yang berjumlah lebih-kurang 200 orang itu.

"Pertama kita bicara soal kemampuan keuangan daerah. Yang kedua, kita kan belum punya kriteria atau kualifikasi atas dasar apa seorang guru bisa menerima TPP lebih besar dari yang lain kecuali yang membedakan pangkat dan jabatan. Kalau belum ada kriteria yang jelas, justru akan lebih runyam lagi. Pasti akan menimbulkan kecemburuan bagi yang lain," tegas Ahyu lagi.

Ahyu mengajak guru-guru sekolah binaan seperti SMA Plus, SMA Olahraga, SMA Pertanian dan lainnya agar tidak  blunder.

"Mari kita kembali kepada jati diri seorang guru. Jangan sampai masalah ini dipolitisasi oleh pihak tertentu. Yakinlah kalau memang kemampuan keuangan daerah kita memungkinkan, tentu TPP akan naik. Kita juga sangat mendukung untuk itu. 1.000 persen kita dukung," tambahnya lagi.

Ahyu bahkan sempat mencontohkan dirinya sendiri, dimana sebelumnya saat menjadi pejabat di Bappeda Provinsi Riau, ia mendapat TPP yang jauh lebih besar dibanding saat kini bertugas di Dinas Pendidikan. "Tapi kita ini kan ASN yang harus siap dan loyal dimanapun kita ditugaskan," tandasnya.

Ahyu menegaskan bahwa sebagai bukti komitmen Pemprov Riau untuk sektor pendidikan, lebih 20 persen APBD Riau dialokasikan untuk sektor ini. "Ini harus kita apresiasi dan kita syukuri," pungkasnya.

Datang ke DPRD Riau

Rabu (10//2017) puluhan guru sekolah yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Riau minta TPP yang sebelumnya dipotong kembali dievaluasi pemeritah.
Puluhan guru tersebut tak terima tunjangan mereka dipotong dengan datang ke DPRD Riau dalam hal ini Komisi E. Kelima sekolah itu yakni, SMAN Plus Provinsi Riau, SMAN Olahraga Riau, SMKN Pertanian, SMKN Kelautan Dumai, dan Sekolah Luar Biasa Pekanbaru.

"Kondisi teman-teman kini memprihatinkan. Harapan kami agar Pemprov mengkaji dan membuat Pergubnya agar bisa kembali dengan yang lama," kata Kepala Sekolah Olahraga Ali Anwar, usai pertemuan bersama sejumlah anggota DPRD Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamsol, Kepala Inspektorat Riau Evandres Fajri di ruang Komisi E.

Pemotongan tunjangan yang mencapai 60 persen tersebut katanya sangat berdampak pada pendapatan yang biasa mereka terima sebagai tenaga pendidik. Hal itu tidak lain buntut dari penerapan Pergub Nomor 3 Tahun 2017 tentang TPP.

Sebab, melalui aturan itu, untuk golongan IV yang selama ini mereka terima sebesar Rp4, 3 juta menjadi Rp1,9. Kemudian untuk golongan III yang selama ini mereka terima Rp3,5 juta menjadi Rp1,7 juta begitu juga golongan II.

Meski begitu, para guru ini menyatakan sudah menerima TPP yang dikeluarkan pemerintah pada Januari-Maret. Meski menyatakan tetap menerima berdasarkan potongan yang didasari dari Pergub tersebut, mereka tetap berharap melalui pertemuan Dinas Pendidikan, Inspektorat yang difasilitasi DPRD Riau tersebut akan ada peninjauan kembali atas Pergub yang dikeluarkan demi kesejahteraan para guru di Riau. "Memang sudah ada keluar Januari-Maret. Kita terima, menunggu pembahasan nanti," ujar Ali. [rls]




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat