Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Macron, Politikus Pemula yang Jadi Presiden Termuda Prancis
Senin, 08 Mei 2017 - 20:38:31 WIB
Emmanuel Macron (REUTERS/Christian Hartmann)

SULUHRIAU, Paris - Emmanuel Macron memenangkan pemilihan Presiden Prancis pada usia 39 tahun. Macron tercatat sebagai Presiden Prancis termuda dalam sejarah.

Macron yang memiliki kehidupan pribadi yang tidak biasa dan memiliki karier politik singkat ini berhasil mendobrak tradisi.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Senin (8/5/2017), Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan Macron meraup 66,06 persen suara jauh mengungguli rivalnya, Marine Le Pen, yang hanya meraup 34 persen suara dalam pilpres yang digelar Minggu (7/5) waktu setempat.
Hasil itu didasarkan pada penghitungan 99,99 persen suara terdaftar dalam pemungutan suara yang digelar secara nasional itu.

Selisih suara yang melebihi 20 persen sesuai dengan prediksi berbagai polling pilpres. Macron dan Le Pen berada di posisi dua teratas dari total 11 kandidat capres dalam pilpres putaran pertama yang digelar pada 23 April lalu.

Dengan meraih kemenangan dalam pilpres tahun ini, Macron yang lahir pada 21 Desember 1977 ini mencetak sejarah sebagai Presiden Prancis termuda dalam sejarah Prancis. Dia berusia setahun lebih muda dari Louis Napoleon Bonaparte saat menjabat Presiden Prancis pada tahun 1848.

Louis Napoleon Bonaparte (Napoleon III), keponakan tokoh revolusi Prancis Napoleon Bonaparte (Napoleon I), berusia 40 tahun saat menjabat sebagai, dan satu-satunya, Presiden Prancis dalam Republik Prancis Kedua. Sebelum menjadi negara republik, Prancis memiliki sistem monarki. Louis Napoleon Bonaparte merupakan kepala negara pertama di Prancis yang bergelar 'Presiden'.

Kembali pada Macron yang melengserkan Louis Napoleon Boneparte sebagai pemegang rekor Presiden Prancis termuda. Macron merupakan anak dari orangtua yang berprofesi sebagai dokter di kota Amiens, Prancis bagian timur laut. Dia disebut mendobrak sejarah tradisional Prancis karena beberapa hal.

Pertama, Macron menikahi mantan guru sekolah menengahnya. Istri Macron yang bernama Brigitte Trogneux (64) merupakan seorang janda dengan tiga anak sebelum menikahi Macron.

Kisah cinta Macron dan Trogneux menjadi pemberitaan besar media-media Prancis dan media asing beberapa waktu lalu, dengan fokus pada perbedaan usia yang sangat jauh di antara keduanya. Macron jatuh cinta pada Trogneux saat masih berusia 17 tahun dan duduk di bangku sekolah.

Selain kehidupan pribadinya, Macron juga dianggap mendobrak tradisi karena rekam jejak dan sosoknya yang sama sekali tak diduga akan mengarah ke kursi kepresidenan Prancis.

Tiga tahun lalu, Macron sama sekali tidak dikenal publik. Ditambah, dia maju mencapreskan diri tanpa dukungan dari partai besar Prancis di belakangnya.

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat