Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Metropolis
Siapa yang Bertanggungjawab Pemeliharaan Taman Kota Jl Diponegoro?
Senin, 24 April 2017 - 11:48:11 WIB
Salah satu sisi Taman Kota Jl Dipobegoro (foto suluhhriau.com)

SULUHRIAU, Pekanbaru- Sejumlah tempat-tempat kunjungan rekreasi yang ada di Pekanbaru baik di bawah pemerintahan kota atau Pemrov Riau, kondisinya pada umumnya tidak terawat dengan baik.

Padahal di tengah sangat minimnya sarana wisata di daerah ini, tempat-tempat sudah ada itu tetap menjadi pilihan untuk dikunjungi warga kota ini pada hari libur, terutama saat-saat long weekend.

Tapi apa yana, jika melihat tempat-tempat itu, nyaris tidak diperhatikan pihak pemegangan kebijakan di bidang ini.

Lihat saja  salah satunya, Taman Kota Jl Diponegoro, yang sudah terkenal sejak beberapa tahun belakangan. Banyak kaula muda dan bahkan orang-orang berkeluarga juga datang ke sana untuk refreshing, bahkan melepas penat dan sekedar menikmati sejumlah aneka kuliner yang ada di kawasan samping Hotel Aryaduta milik pemerintah Riau ini.

Di situ ada juga sedkit sarana bermainan anak-anak, mungkin itu sebabnya, banyak keluarga yang juga datang membawa anak-anaknya bermainan di kawasan tersebut.

Jika yang belum pernah ke taman ini, sesekali  cobalah datang dan lihatlah kondisi kawasan itu saat ini, tempat olahraga sekaligus terapai kesehatan injak batu yang dulu sangat populer, kini, batu-batu yang di tanam itu, sudah banyak tertimbun pasir-pasir dan tanah, karena terkesan tak dibersihkan secara terjadwal.

Pekarangan itu juga penuh dengan daun-daun gugur, itupun juga seperti kurang disapu. Lebih lagi, di pinggir kolam penampungan di taman kota itu, jauh dari bersih yang sejatinya bisa menimbulkan minat masyarakat untuk jogging keliling kolam yang cukup luas itu.

Tapi lihatlah, tapak-tapak pinggir kolam yang bisa untuk tempat berlari-lari merathon itu, juga tidak bersih. Apalgi jika melongok ke dalam kolam penampungan itu, selain airnya kotor penuh tumbuh lumut dan bahkan juga sampah, yang kurang enak mata memandang dan tak nyaman perasaan.

Di kawasan itu, memang cukup rimbun dari pohon-pohon lindung, ada memang gaiden (rambu-rambu) atau papan-papan pengumuman baik tentang peratiran daerah (perda) agar buang sampah pada tempat yang telah disediakan atau pun larangan-larangan agar tidak mengganggu pohon dan bunga di kawasan itu.

Sekali lagi, hal ini hanya begitu saja, sampah-sampah di tong sampah yang tersedia juga sudah banyak yang membusuk. Sampahpun banyak berserakan dalam kawasan itu. Bahkan, lingkungan mushalla yang ada di kawasan itu, juga dinilai kurang bersih.

Kondisi-kondisi itu ditungkan darii kritikan beberapa pengungjung yang ditemui di Taman Kota Diponeoro, Minggu, (23/4/2017).

Arman (40) warga Payung Sekaki, berkal-kali mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab dalam pemeliharaan taman yang sudah dibangun itu. "Saya sering ke sini, dan saya kasihan melihat tempat-tempat kunjungan masyarakat seperti ini," ujar salah seorang pegawai swasta di Pekanbaru ini.

Ramli (39), warga Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, juga mempertanyakan kondisi taman Diponegoro ini. Bahkan, kawasan ini boleh dibilang sudah familier di masyarakat, kadang sore-sore Sabtu ada komunitas pencinta hewan yang bermain di kawasan itu. Itu pertanda kawasan ini masih menjadi salah satu lokasi yang dianggap bisa dijadikan untuk santai.

Ramli mengatakan, kencederungan selama ini, sarana dibuat pemerintah, tapi setelah itu tidak dirawat. Sekarang katanya  dibangun eks kawasan Putri Kaca Mayang, dan belum dibuka, anggaran untuk pembangunan dari Pemrov Riau. "Apakah nanti setelah difungsikan juga tidak dipelihara, kan sayang," katanya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Universitas Riau Jhoni (22) mengatakan, APBD Pemrov Riau tiap tahunnya rata-rata di atas Rp10 triliun, jika ada political will terhadap hal ini, hanya seper sekian persen dana yang akan habis untuk pemeliharaan kawasan-kawasan seperti ini.

Aneh, katanya banyak yang tahu bahwa Pekanbaru  khususnya tidak memiliki kawasan wisata repfersentatif seperti daerah tetangga (Sumbar), akan tetapi di tengah minimnya sarana, yang ada juga tidak dirawat apalagi ditingkatkan. "Sebagai warga masyarakat, kita bingung. jadi tolonglah masalah ini diperhatikan," pungkasnya. [chr]




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat