Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Terkait Senjata Kimia di Surya
Sidang Darurat PBB Pertimbangkan Selidiki Pemerintah Assad
Kamis, 06 April 2017 - 10:07:33 WIB
Foto AP

SULUHRIAU, New York- Para diplomat di Dewan Keamanan PBB berdebat mengenai apakah pemerintahan Presiden Bashar Assad bertanggung jawab atas serangan senjata kimia yang menewaskan lebih dari 80 orang di Suriah utara.

Sidang darurat oleh DK PBB ini dilakukan untuk mempertimbangkan kembali sebuah resolusi untuk penyelidikan terhadap pemerintah Assad.

Pemerintah Suriah diminta bisa bekerja sama dengan baik dalam penyelidikan yang akan dilakukan OPCW. Namun kelompok pemberontak menyayangkan perdebatan tersebut.

"Solusi yang benar untuk Suriah adalah menempatkan Bashar Assad, pengguna senjata kimia di pengadilan, bukan di meja perundingan," kata Mohammad Alloush, yang merupakan pejabat dari faksi pemberontak Islam Army.

Sementara para pejabat intelijen AS, Doctors Without Borders dan lembaga kesehatan PBB mengatakan bukti menunjukkan korban terkena paparan gas saraf.

Pemerintah Trump dan seluruh pemimpin dunia menyalahkan Suriah dalam hal ini. Namun tidak untuk Rusia yang merupakan sekutu Assad.

Rusia mengatakan senjata kimia itu berasal dari gudang senjata milik pemberontak yang bocor karena terkena serangan udara. Pemerintah Assad pun mengatakan hal yang sama ketika disalahkan.

Kepada Associated Press, pejabat pertahanan Israel mengatakan perwira intelijen militer Israel juga percaya pasukan pemerintah Suriah berada di balik serangan itu.
Israel meyakini Assad memiliki berton-ton senjata kimia dalam gudangnya meskipun operasi bersama oleh Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tiga tahun lalu telah membersihkan stok bahan kimia pemerintah.

Senada, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan itu. Para pemimpin negara menyalahkan Presiden Assad karena faktanya korban terkonsentrasi di wilayah yang dikuasai oposisi.

Dua pejabat AS yang tak ingin disebutkan namanya menyebutkan serangan gas itu menggunakan klorin dan agen saraf sarin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Doctors Without Borders juga membenarkan hal tersebut.

Menurut mereka korban menunjukkan gejala-gejala seperti terpapar gas saraf. Gejala tersebut seperti sesak napas, mulut berbusa, kejang, pupil mengerut dan buang air besar tidak disengaja.

Paramedis harus menggunakan selang kebakaran untuk mencuci bahan kimia dari tubuh korban. Menurut Doctors Without Borders, korban yang selamat dari serangan itu juga berbau pemutih.

Sumber: Republika.co.id, AP | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat