Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Ekbis
Mengembangkan Bioindustri Kelapa
Sabtu, 25 Maret 2017 - 10:09:10 WIB

SULUHRIAU- Industri hilir kelapa cukup bernilai ekonomi tinggi dan menjanjikan. Kelapa juga berpotensi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Di Indonesia masih banyak rakyat menggantungkan hidup ekonomi di kelapa. Bahkan di Provinsi Riau seperti di Indragiri Hilir (Inhil) misalnya, potensi ekonomi pada usaha kelapa masih menjanjikan, tinggal bagaimana mengembangkan industri hilirnya.

Berbagai alternatif produk diversifikasi kelapa yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek pasar yang luas, seperti minyak goreng sehat, kelapa parut kering, karbon aktif, gula kelapa, serat sabut, nata de coco, minuman air kelapa dan lainnya.

Diversifikasi tersebut dilaksanakan dengan pengembangan bioindustri kelapa yang saat ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan potensi bahan baku dengan pola bioindustri.

Pengusahaan kelapa berdasarkan sistem bioindustri, mengharuskan pola usaha dengan memanfaatkan secara optimal potensi dari kompinen hasil kelapa berupa sabut, tempurung, daging dan air kelapa dalam proses industri. Baik secara proses maupun bioproses, dengan prinsip pengolahan zero waste.

Dalam proses integrasinya yang sesuai dengan jenis bahan baku dan produk yang akan dihasilkan, sistem pengolahan pada bioindustri kelapa dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Yakni:  (a) Pengolahan kelapa segar; memproduksi kelapa parut kering, chip kelapa, santan kelapa, VCO, tepung kelapa, (b) Kelapa muda; berupa produk kelapa muda awetan dan pengalengan kelapa muda, (c) Kopra; memproduksi minyak dan bungkil sebagai pakan ternak, (d) Sabut untuk memproduksi serat, debu sabut sebagai media tanam dan pupuk organik, dan (e) Tempurung; memproduksi arang tempurung, karbon aktif dan tepung tempurung.

Pada pengembangan bioindustri, dibutuhkan efektivitas pembinaan dan pengendalian kegiatan pengembangan. Untuk itu, dibutuhkan wadah permanen yakni kelompok tani dan unit pengolahannya. Awalnya peran petani menyediakan bahan baku, mengolah dan memasarkan produk yang dihasilkan, dengan bimbingan teknis dan manajemen usaha dari instansi teknis sehingga secara bertahap petani termotivasi dan menambil peran utama dalam mengembangkan usaha dengan pola pikir bisnis-komersial.

Pengembangan dikatakan sukses jika produk yang diproduksi dapat dijual dengan menghasilkann laba. Lima dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba, dan digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk bioindustri kelapa adalah: (a) kualitas produk; berapa besar harga yang akan dibayar pelanggan, (b) biaya produk; berapa besar laba yang akan dihasilkan oleh unit usaha pada volume dan harga penjualan.

Kemudian (c) waktu pengembangan; kemampuan berkompetisi, perubahan teknologi, dan kecepatan menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan, (d) biaya pengembangan; merupakan komponen penting dari investasi untuk mencapai profit, dan (e) kapasitas pengembangan; merupakan aset untuk mengembangkan produk lebih efektif dan ekonomis di masa mendatang. 

Dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan pemberdayaan kelompok tani, melalui bioindustri kelapa terutama untuk skala kelompok tani, diperlukan dukungan peralatan pengolahan dengan kapasitas 2000-2500 butir kelapa/hari, produk yang memenuhi standar mutu, tersedia pasar dan secara ekonomi menguntungkan bagi kelompok tani. Untuk bioindustri kelapa skala menengah-besar diarahkan pada pemanfaatan potensi bahan baku, limbah dan hasil ikutan secara efisien dalam proses industri.

[Dikutip dari beberapa sumber] \ [Editor: Jandri]




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat