Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Agar Cabe Tahan Enam Bulan, Kini Dikembangkan Teknologi Pengawetan
Selasa, 21 Maret 2017 - 08:24:26 WIB

SULUHRIAU-  Harga cabai di pasaran kerapkali melambung tinggi. Stok panen cabai di daerah-daerah tidak mampu bertahan lama karena dalam waktu 2-3 bulan cabai sudah busuk.

Kondisi tersebut mendasari para peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah, untuk mengembangkan teknologi pengawetan cabai. "Kalau musim panen cabai, saking banyaknya sampai tidak tertampung, jadi busuk. Tapi pada satu saat cabai sedang tidak musim, harga melonjak sampai di atas Rp 100 ribu. Beras juga demikian," kata Rektor Universitas Diponegoro, Prof Yos Johan Utama, kepada Republika, Senin (20/3/2017).

Yos mengatakan teknologi pengawetan cabai ini merupakan buah karya peneliti Undip, Dr Muhammad Nur. Ia menciptakan suatu alat yang mampu mengawetkan komditas cabai dan beras. Usia cabai yang normalnya hanya dua bulan bisa bertahan sampai 6 bulan, sedangkan beras bisa awet sampai 4 tahun.

Ia menerangkan, perangkat pengawetan ini berbentuk semacam boks, dengan memanfaatkan teknologi nano. Cabai atau beras dimasukkan ke dalam boks tersebut sehingga dapat tahan lama.

Teknologi ini, jelas Yos, sudah siap digunakan. Para peneliti Undip saat ini sedang dalam tahap pengembangan agar masa pengawetannya semakin lama.

Menurutnya, teknologi ini sudah dipakai oleh Bulog untuk mengawetkan beras. Pihaknya juga berencana menggandeng para petani dari wilayah pedesaan di Jawa Tengah.

Lebih lanjut ia menuturkan, Bank Indonesia pun mulai melirik pengembangan teknologi ini mengingat dampak kelangkaan bahan-bahan pangan terhadap stabilitas moneter sangat tinggi. 

Penelitian ini, ungkapnya, merupakan upaya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat atau petani kecil di daerah-daerah agar komoditas yang mereka hasilkan bisa lebih tahan lama. "Ini akan memberikan multiefek. Tidak hanya ketersediaan bahan pangan, tapi juga stabilitas harga dan memberikan kesejahteraan bagi petani," kata Yos.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat