Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Metropolis
Tuntut Tanah Ulayat, Tokoh Sakai Kandis Sebut Pendemo Catut Suku Sakai
Kamis, 16 Maret 2017 - 10:37:27 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Demo ratusan massa mengatasnamakan Suku Sakai yang menuntut agar PT Ivomas Tunggal mengembalikan tanah uayat 24 ribu hektare ke Kantor Gubri, memunculkan polemik.

Ini setelah Kepala Batin Suku Sakai Kandis Singo Majo, Lijal Rabu (15/3/2017) malam menyampaikan ke publik, bahwa aksi demo ratusan massa yang mengatas namakan dengan Suku Sakai di Kantor Gubernur Riau Rabu siang kemarin, ia sayangkan.

Lijal mengatakan, aksi demo tersebut sama sekali tak melibatkan para bathin-bathin Suku Sakai yang ada di Kandis.

"Saya meminta maaf kepada Gubernur Riau, Bupati Siak, begitu juga Muspika di Kandis. Saya menilai aksi ini memalukan," kata Kepala Bathin Suku Sakai Kandis Singo Majo itu.

Menurutnya, aksi ini sudah diboncengi pihak luar yang mungkin memiliki kepentingan lain soal tuntutan pencaplokan tanah ulayat yang disebut PT Ivo Mas Tunggal sebagai perampas tanah ulayat mereka seluas 24 ribu hektare.

Kepala Batin Suku Sakai Kandis Singo Majo lantas mengulas soal siapa koordinator lapangan (Korlap) bernama Soni alias Dapson. Menurutnya, Soni bukanlah orang Sakai Bathin Kandis. Dimana emaknya orang Sakai Duri, sementara bapaknya asli Kampar.

Lanjutnya, sebagai Ketua Bathin Singomajo Kandis dan pemangku adat Sakai dirinya sangat mengetahui asal-usul tanah ulayat. Namun dirinya tak pernah memintanya apalagi sampai berdemo seperti yang dilakukan di Kantor Gubernur dengan membawa orang tua dan anak kecil.

"Kalau meminta tanah ulayat itu, tentu harus ada Perda-nya dulu. Nah, ini yang saat ini sedang kita upayakan kepada pemerintah. Saya saat ini terus mempelajarinya. Karena sejauh ini baru tanah ulayat Desa Seinama Nenek di Kampar yang telah diperdakan oleh pemerintah. Kalau di Kandis belum pernah," papar Ketua Batin Singomajo Kandis.

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Sakai Riau (HMPPS-R) Andika Sakai memastikan masyarakat Sakai asli Kandis yang ikut demo hanya sekitar 50 orang.

Andika mempertanyakan pemimpin demo bernama Soni tersebut. Karena itu, seharusnya jika memang Soni mengaku orang Sakai tunjukan dari bathin mana dia berasal. Kemudian disebutkan juga bahwa massa yang dibawanya yang mencapai seratu lebih justru sebagian besar dari luar Kandis.

"Saya minta Dapson itu janganlah membawa nama Sakai," katanya.

Seperti diketahui, para pendemo itu berjalan kaki sejauh 120 km dari Kandis ke Pekanbaru untuk berjumpa Gubernur Riau. Dan akhirnya Gubernur Riau menemui mereka, namun mereka juga belum puas. (mdi,rtc)



 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat